Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pedagang Buah Laris Manis di Bulan Maulid

Jawanto Arifin • Senin, 10 Oktober 2022 | 18:32 WIB
SEGAR-MANIS: Ika Iriani Marsinta, 25 melayani pembeli di Pasar Kebonagung. Sampai Minggu (9/10), buah dagangannya masih diburu pembeli. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)
SEGAR-MANIS: Ika Iriani Marsinta, 25 melayani pembeli di Pasar Kebonagung. Sampai Minggu (9/10), buah dagangannya masih diburu pembeli. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW memang selalu membawa berkah pedagang buah. Sejumlah pedagang di Kota Pasuruan dapat untung banyak dari pelanggan.

Umumnya buah yang menjadi sasaran warga untuk perayaan Maulid Nabi. Di antaranya jeruk, apel, manggis, anggur, pir dan lainnya. Bahkan ada pelanggan yang memborong salah satu buah dengan jumlah banyak.

Salah satu pedagang buah di Pasar Kebonagung, Ika Iriani Marsinta, 25 menyatakan, umumnya banyak warga membeli buah jeruk, apel, manggis, anggur, pir. Di antara buah ini warga membeli dengan jumlah banyak. Namun salah satu buah yang paling laris adalah jeruk.

“Ada yang membeli sampai 8 sampai 9 kilogram. Kalau jeruk melebihi 1 ton ada. Sedangkan harga per kilonya dibanderol 25 ribu. Alhamdlillah sehari habis,” kata wanita asal Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Ika mengaku sampai kemarin dagangannya masih laris. Pelanggan tetap membeli dengan jumlah banyak. Selama bulan maulid ini dirinya sudah mempersiapkan jumlah buah dengan jumlah banyak.

“Biasanya warga masih banyak yang merayakan di pertengahan bahkan di akhir bulan maulid. Mereka kadang membeli 5 sampai 17 kilogram,” ungkapnya.

Pedagang buah di Pasar Besar juga mengalami hal serupa. Saperti dagangan milik Risky Langit, 28. Stok buahnya dagangannya diborong saat perayaan bulan maulid. Katanya, hampir tiap hari warga memborong buah di Pasar Besar.



“Ada banyak warga yang bergiliran membeli buah dengan jumlah banyak. Baik dari Kota maupun dari Kabupaten,” ungkap warga asli Nusa Tenggara Timur itu.

Risky menjelaskan aneka buah yang diborong pelanggan. Para pembeli kebanyakan membeli dengan jumlah banyak. Mulai dari 1 kilogram sampai 1 kuintal. “Kadang satu kotak. Satu kotak beratnya 8 kilogram,” bebernya.

“Alhamdulillah dagangan saya cepat habis. Langsung pergi ke Semarang untuk kulakan lagi,” ujar warga Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Tepat di depan tempat dagangan Risky juga mengalami hal serupa. Dia adalah Fadillah, 26. warga Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, itu juga mendapati pelanggan dengan jumlah banyak waktu malam perayaan bulan maulid. Dagangannya laris manis diborong oleh pelanggannya.

“Anggur dan jeruk yang cepat habis. Sedangkan buah lainnya juga cepat habis. Namun gak secepat dua buah ini,” ujarnya. (mg/fun) Editor : Jawanto Arifin
#maulid nabi #pedagang buah