Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bakau hingga Sampah; dari Paiton Energy-POMI untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Muhammad Fahmi • Rabu, 5 Oktober 2022 | 02:46 WIB
KEMBANGKAN WISATA: Penanaman pohon di area wisata Desa Guyangan, Krucil. Desa Guyangan merupakan  desa wisata binaan CSR Paiton Energy - POMI dengan program pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi.
KEMBANGKAN WISATA: Penanaman pohon di area wisata Desa Guyangan, Krucil. Desa Guyangan merupakan desa wisata binaan CSR Paiton Energy - POMI dengan program pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi.
KRUCIL, Radar Bromo - Tanaman bakau (mangrove) dan sampah dimanfaatkan untuk mitigasi perubahan iklim. Upaya tersebut diiringi dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Desa Wisata.

Untuk memelihara lingkungan pesisir sekaligus mitigasi perubahan iklim, Paiton Energy dan POMI menanam 3.000 batang mangrove di Pantai Grinting, Kabupaten Probolinggo, bulan lalu.

Tumbuhan mangrove memiliki banyak daun. Sehingga, berpotensi menyerap karbon lebih banyak dari tumbuhan lain. Telah dilakukan penelitian bahwa satu hektare hutan mangrove dapat menyerap 110 kilogram karbon.

Chief Financial Officer Paiton Energy, Bayu Widyanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program perusahaan di bidang lingkungan hidup dan mitigasi perubahan iklim. “Perusahaan ingin meningkatkan kesadaran masyarakat Grinting terhadap potensi sumber daya alam (hutan mangrove) yang harus dilindungi dan dijaga kelestariannya,” kata Bayu.

Selain giat menanam mangrove, Paiton Energy - POMI juga melakukan mitigasi perubahan iklim melalui melalui Proyek PLTSa Waste to Energy (WTE) yang telah diresmikan pada Desember tahun lalu.

Bayu Widyanto menjelaskan, kerja sama antara UI dan Paiton Energy didasarkan pada Sustainable Development Goals (SDGs) ke-7, 12, dan 13. Yaitu energi bersih yang terjangkau; konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; serta penanganan perubahan iklim. UI dan PT Paiton  Energy mencoba untuk menangani sampah dari skala paling kecil, yaitu di lingkungan kampus UI.

“Melalui kerja sama dengan Laboratorium Parangtopo FMIPA UI, kami mendonasikan 8 unit bio digester untuk pengelolaan hingga 2 ton sampah. Output dari kegiatan ini adalah terciptanya pembangkit listrik tenaga sampah yang dapat menghasilkan 234 kilowatt hours listrik, menghasilkan pupuk padat dan cair, serta mengurangi emisi karbon 187 ton CO2/tahun,” kata Bayu.

Photo
Photo
Wabup Probolinggo Timbul Prihanjoko menandatangani prasasti Desa Wisata Guyangan, Krucil.

Selain di Paiton, upaya Paiton Energy dan POMI melakukan mitigasi perubahan iklim juga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program Desa Wisata. Akhir bulan lalu, Paiton Energy - POMI meluncurkan Desa Wisata Guyangan di Probolinggo.

Tujuannya, menghidupkan kembali perekonomian desa paska pandemi COVID-19 melalui pembukaan desa wisata air terjun Jaran Goyang.



Desa Guyangan merupakan desa wisata binaan CSR Paiton Energy - POMI dengan program pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi. Yaitu Program Perlindungan Mata Air (PERMATA).

Photo
Photo
Launching Desa Wisata Guyangan, Krucil. Desa Guyangan merupakan desa wisata binaan CSR Paiton Energy - POMI dengan program pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi.

Human Resources Manager POMI, Rochman Hidayat menambahkan, melalui peluncuran Desa Wisata Guyangan, Perusahaan ingin memperkenalkan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Perusahaan berupaya mengajak masyarakat peduli kepada lingkungan dengan melakukan penanaman pohon dan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Guyangan,” kata Rochman. (mas/mie) Editor : Muhammad Fahmi
#pomi #pt paiton energy