Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Harga Bawang di Probolinggo Mulai Turun, Ini Penyebabnya

Jawanto Arifin • Selasa, 19 Juli 2022 | 16:47 WIB
TETAP DIBELI: Aktivitas pedagang di Pasar Bawang Dringu Senin (18/7) pagi). (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
TETAP DIBELI: Aktivitas pedagang di Pasar Bawang Dringu Senin (18/7) pagi). (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
DRINGU, Radar Bromo - Keceriaan petani dan pedagang bawang di Probolinggo hanya bertahan sebentar. Sempat panen rupiah lantaran harga bawang naik, kini justru harga bawang mulai turun. Minimnya pembeli dan banyaknya daerah yang mulai panen bawang merah, menjadi penyebabnya,

Senin (18/7) misalnya, harga bawang merah yang sempat tembus Rp 61 ribu per kilo, langsung terjun jadi sekitar Rp 48 ribu per kilo. Bahkan, harga bawang merah ada yang sampai turun Rp 22 ribu per kilo.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pasar bawang Dringu, tidak terlalu ramai dengan pembeli maupun pedagang. Stok bawang merah di Pasar Bawang Dringu, masih cukup banyak. Bahkan, ada bawang dari luar daerah yang masuk ke pasar tersebut. Kondisi itu menjadi beberapa faktor, turunnya harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo.

Wahid Hasim selaku Koordinator Pasar Bawang Dringu saat dikonfirmasi membenarkan, harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo, terjun dibanding harga sepekan lalu.

”Iya, harga terjun payung alias turun banyak. Sebelum hari raya Idul Adha, sempat Rp 61 ribu kualitas super. Sekarang bawang kualitas super hanya Rp 48 ribu perkilo. Tapi kualitas super sangat jarang. Yang banyak bawang besar harga Rp 41 ribu dan kecil Rp 22 ribu per kilo,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Wahid mengungkapkan, diprediksi harga bawang merah akan terus turun. Mengingat, sejumlah daerah sudah mulai banyak yang panen. Bahkan, untuk kemarin ada bawang merah dari luar daerah yang masuk. Sedangkan pembelinya sangat sepi. Sehingga, harga pun akan terus turun.



”Ada bawang merah dari luar daerah masuk. Informasinya ambil harga Rp 51 ribu per kilo. Tapi sekarang hanya ditawar Rp 28 ribu per kilo. Karena, memang harga bawang turun, dan kualitas bawang dari luar daerah, kalah dengan bawang asli Probolinggo,” ungkapnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin
#harga bawang #bawang probolinggo