Kondisi ini akibat banyak gagal panen dan stok bawang merah di pasar bawang Dringu terus menurun. Ditambah permintaan bawang merah dari luar daerah Probolinggo terus meningkat.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, stok bawang merah yang tampak dijual di Pasar Bawang Dringu bervariasi. Untuk harga ukuran kecil kualitas paling rendah, harganya sudah tembus Rp 21 ribu. sedangkan harga bawang merah ukuran besar, tembus Rp 44 ribu.
Sutaman Kepala UPT Pasar Bawang Dringu mengatakan, usai hari raya Lebaran, harga bawang trennya mengalami kenaikan. Kondisi sekarang, harga bawang merah terus melambung hingga tembus Rp 44 ribu. Untuk bawang merah dengan ukuran kecil dan kualitas terendah saja laku dengan harga Rp 21 ribu.
”Paling murah Rp 21 ribu. Itu bawang merah yang ukurang paling kecil. Sekarang bawang banyak yang rusak,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Sutaman menerangkan, stok bawang merah di pasar tidak terlalu banyak. Hanya sekitar 65 ton. Dari stok itu, hanya sebagian kecil bawang merah yang kondisi besar dan bagus. Sebab, banyak tanaman bawang merah yang rusak tergenang air banjir atau sering diguyur hujan. Sehingga, saat panen pun kualitasnya tidak bagus.
”Harga bawang naik tinggi juga karena dipengaruhi banyaknya permintaan dari luar daerah Kabupaten Probolinggo. Jadi, banyak juga pedagang yang memilih menjual kirim ke luar daerah, dengan harga yang lebih tinggi,” terangnya.
Harga Bawang Merah Kurun Dua Bulan Terakhir
Jenis Harga Bulan Mei Harga Bulan Juni
Ukuran Kecil Rp 15 Ribu Perkilo Rp 21 Ribu Perkilo
Tanggung Kecil Rp 24 Ribu Perkilo Rp 28 Ribu Perkilo
Tanggung Besar Rp 26 Ribu Perkilo Rp 34 Ribu Perkilo
Besar Rp 29 Ribu Perkilo Rp 44 ribu Perkilo
Sumber: UPT Pasar Bawang Dringu
(mas/fun) Editor : Fandi Armanto