Pekerjaan pemeliharaan di GI Banyuwangi dilakukan selama sepekan. Sabtu hingga Kamis (22-27/1). Pekerjaan pemeliharaan pada Bay Penghantar dan Bay Trafo, itu untuk mendukung proses pemantauan kondisi Material Transmisi Utama (MTU) terkini.
Agar optimal, pekerjaan pemeliharaan dilakukan melalui kolaborasi dengan tim pemeliharaan proteksi, tim pemeliharaan gardu induk dan tim pemeliharaan jaringan.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Didik Fauzi Dakhlan mengatakan, pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan, itu untuk mengetahui kondisi teraktual.
"Melalui pemeliharaan yang dilakukan, diharapkan dapat memonitor anomali-anomali yang mungkin terjadi, dan mengurangi kerusakan akibat penurunan performa MTU di wilayah Gardu Induk (GI) Banyuwangi", kata Didik Fauzi.
Menurutnya, jenis pekerjaan yang dilakukan dibagi menjadi 2 pekerjaan inti. Yakni, Pemeliharaan Bay Line berupa Cleaning Isolator rutin Bay Situbondo 2 dan Pemeliharaan Bay Trafo berupa Har Off rutin Bay Trafo 2.
"Pekerjaan ini butuh persiapan yang sangat matang. Mulai penentuan timeline pekerjaan hingga pembuatan laporan hasil pemeliharaan", paparnya.
Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19, pemeliharaan pekerjaan tetap dilakukan. Hal ini sebagai upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan.
"Pemeliharaan pekerjaan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan mengacu pada prinsip kesehatan dan keselamatan kerja atau K3" katanya
Gardu induk Banyuwangi sendiri masuk dalam sistem kelistrikan Jawa Timur. Kemudian disalurkan ke wilayah Banyuwangi dan Bali. (uno) Editor : Muhammad Fahmi