Pemkot memang mendorong masyarakat di tiap kelurahan menjadi pemasok ikan budi daya. Karena itu, tahun lalu pemkot memastikan tiap kelurahan terbentuk kelompok pembudidaya. Mereka dibantu dengan kolam, bibit ikan termasuk dilatih bagaimana membudidaya ikan agar berhasil.
Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Imam Subekti menyatakan, bantuan yang diberikan itu sudah mulai terlihat. Hal itu berdasarkan capaian produksi budi daya ikan pada 2021 yang terbilang melimpah. Bahkan Imam memastikan hasil panen pembudidaya ikan memenuhi target yang ditetapkan.
“Pada 2021 kami targetkan produksi ikan budi daya sebanyak 2.121 ton,” kata Imam.
Dia mengatakan, hasil panen pembudidaya terus meroket sepanjang 2021. Terutama bila dilihat dari hasil panen pada triwulan pertama yang hanya mencapai 429,07 ton. Imam menyebut, produksi ikan budi daya tersebut terus meningkat secara konsisten hingga akhir tahun.
Rinciannya, pada triwulan kedua sebanyak 466,30 ton. Kemudian bertambah menjadi 567,93 ton memasuki triwulan ketiga. Sedangkan di triwulan terakhir 2021, angkanya bahkan berlipat hingga 1.235,7 ton. “Jadi produksi selama setahun tercapai sebanyak 2.189 ton,” kata Imam.
Dia menjelaskan, meningkatnya hasil panen pada triwulan keempat itu terjadi karena didukung beberapa faktor. Selain faktor cuaca yang membuat hasil panen lebih melimpah. Imam juga menyebut, produksi ikan budi daya berlipat karena seluruh kelurahan kini juga menghasilkan ikan budi daya.
“Selain beberapa kelurahan yang selama ini memang menjadi penghasil ikan budi daya, sekarang ditambah dengan hasil produksi di seluruh kelurahan yang sudah menjalankan budi daya dengan bantuan alat produksi tahun lalu,” katanya.
Sedangkan kawasan produksi dengan skala yang lebih besar memang berada di enam kelurahan. Yaitu Kelurahan Blandongan, Kepel, Tapaan, Mandaranrejo dan Gadingrejo. Pembudidaya di sejumlah kelurahan tersebut memproduksi jenis ikan payau. Sedangkan di Gadingrejo, terdapat tambak yang membudidaya ikan tawar. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin