Pada 2020, Dinas Perikanan menggenjot tangkapan ikan bisa mencapai 8.817,3 ton. Sebab dalam beberapa tahun terakhir produksi perikanan tangkap selalu meningkat. Namun target itu tak bisa terpenuhi pada 2020. Sebab para nelayan banyak yang tidak melaut. Bukan hanya faktor cuaca. Tetapi juga lesunya distribusi ikan di pasaran akibat pembatasan selama pandemi berlangsung.
“Sehingga pada 2021 kemarin, kami mencoba lebih realistis dengan pertimbangan dua faktor itu, cuaca dan pandemi,” beber Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Imam Subekti.
Dinasnya menargetkan tangkapan ikan bisa menyentuh angka 8.077 ton sepanjang 2021. Imam mengatakan target itu terpenuhi. Bahkan sekitar 2 ribu nelayan Kota Pasuruan mampu memproduksi lebih banyak. Meski prosentasenya tak begitu tinggi. Imam menyebut, hasil produksi perikanan tangkap selama setahun mencapai 8.407 ton.
“Alhamdulillah target produksi perikanan tangkap bisa terpenuhi, bahkan sedikit terlampaui,” katanya.
Selama setahun itu, produksi perikanan tangkap paling banyak dihasilkan pada triwulan pertama. Pada medio Januari hingga Maret memang menjadi waktu yang cukup ideal bagi para nelayan untuk panen tangkapan ikan. Selama kurun waktu tersebut, produksi perikanan tangkap sudah menyentuh 3.019 ton.
Hanya saja, tangkapan ikan turun separo pada triwulan kedua 2021. Selama April sampai Juni, produksi perikanan hanya mencapai 1.693 ton. Imam membeberkan, penurunan itu juga imbas dari kasus Covid-19 yang saat itu mengalami gelombang kedua. Tepat ketika pemerintah harus kembali membatasi mobilitas. Hal itu yang kemudian mempengaruhi distribusi komoditas.
“Sebab hasil tangkapan nelayan kami tidak hanya didistribusikan ke pasar lokal, tetapi juga dibawa ke daerah lain,” katanya.
Karena pembatasan-pembatasan itulah nelayan memilih tak melaut. Karena mereka khawatir hasil tangkapan ikan tak bisa diandalkan untuk mendatangkan pundi-pundi penghasilan. Imam membeberkan, hasil tangkapan ikan yang mencapai 3.695 ton pada enam bulan terakhir memastikan target yang ditetapkan terpenuhi. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin