Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Setiap Kamis Harga Bawang Merah di Probolinggo Turun  

Muhammad Fahmi • Jumat, 17 September 2021 | 20:29 WIB
RAMAI: Aktivitas di Pasar Bawang Dringu. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
RAMAI: Aktivitas di Pasar Bawang Dringu. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
DRINGU, Radar Bromo- Kamis, seakan menjadi “hantu” bagi para petani dan pedagang bawang merah di Pasar Bawang Dringu, Kabupaten Probolinggo. Saban Kamis, harganya dipastikan turun.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala UPT Pasar Bawang Dringu Sutaman. Ia memastikan setiap Kamis, harga bawang merah lebih murah. Sebab, sudah menjadi kebiasaan masyarakat saat Kamis malam Jumat, pembeli berkurang.

“Setiap hari Kamis dan keesokan harinya Jumat, pembelinya jarang. Sehingga harga bawang merah turun. Para pembeli fanatik dengan hari. Apalagi Jumat (besok) adalah Jumat Manis,” ujarnya Kamis (16/9).

Ia menyebutkan, turunnya harga bawang merah setiap Kamis, dipastikan terjadi. Hal ini tidak melihat faktor lain yang sering menyebabkan harga bawang merah makin murah. Seperti stok yang melimpah dan akses penjualan ke luar daerah tersendat. “Hari-hari lain sama seperti biasanya. Hanya saat Kamis, pasti turun,” ujarnya.

Kemarin, harga bawang merah memang turun dibanding sehari sebelumnya. Bawang merah super yang sebelumnya lebih dari Rp 20.000 per kilogram, kemarin dihargai Rp 18.000. “Bawang merah tanggung kecil turun Rp 1.000 menjadi Rp 9.000,” ujar Sutaman.

Tak hanya harganya, stok bawang merah di Gudang Pasar Bawang Dringu juga menipis. Kini, tersisa 121 ton dari sebelumnya 187 ton. “Sudah mulai hujan. Apalagi saat ini hampir memasuki akhir musim panen. Sebelumnya sudah banyak yang panen,” ujarnya. (mu/rud)

  Editor : Muhammad Fahmi
#harga bawang #bawang probolinggo