Bertempat di Hotel Bromo Park Kota Probolinggo pada tanggal 2-3 November lalu, seluruh karyawan Universitas Terbuka mengikuti pelatihan karyawan dalam rangka pembentukan karakter dan kreativitas karyawan. Pelatihan tersebut dilangsungkan untuk memperkokoh kapasitas dan kualitas layanan serta meningkatkan kepuasan masyarakat.
“Sebagai karyawan UT Jember, kita harus memiliki karakter dan selalu memiliki kreativitas dalam bekerja serta memiliki kualitas pelayanan yang mengimbangi dengan semakin meningkatnya jumlah mahasiswa. Kita bekerja baik dan ikhlas, maka yang lain akan mengikuti,” tutur Direktur Universitas Terbuka Jember, Prof Dr Mohammad Imam Farisi MPd dalam acara pelatihan tersebut.
Hadir sebagai trainer pada acara pelatihan karyawan UT Jember yakni Heidy Akhadi dari ESQ Leadership Center Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut terdapat dua sesi penyampaian materi. Pertama adalah materi mengenai karakter diri masing-masing peserta. Peserta diminta untuk memilih satu gambar yang terdiri dari gambar lingkaran, segiempat, segitiga dan garis bebas. Setelah masing-masing memilih gambar maka peserta diminta untuk berkumpul membentuk tim dengan karyawan yang memilih gambar yang sama dan mendiskusikan sifat dan karakter apa yang sama dalam satu tim tersebut.
Gambar yang dipilih setiap karyawan adalah cerminan sifat dan karakter masing-masing orang. “Tim yang memilih gambar segiempat ini orangnya lebih teliti dan rapi dalam bekerja, yang memilih segitiga adalah orang-orang yang selalu tepat waktu dalam mengerjakan tugas dan fokus pada tujuan. Sedangkan yang memilih gambar garis bebas biasanya adalah orang-orang yang selalu bahagia dalam menghadapi berbagai macam masalah dan menyukai tantangan, dan yang memilih gambar lingkaran adalah orang-orang yang cenderung keras kepala namun menyukai kondisi yang guyub rukun,” jelas Heidy.
Kemudian pada sesi kedua, seluruh peserta diajak untuk merenungkan apa yang menjadi fokus tujuan hidup selama ini, apa yang menjadi fokus dan tujuan bekerja di UT Jember selama ini, dan pada tingkatan manakah tujuan itu. “Ketika dimulai dari sesuatu yang mulia ditujukan kepada Tuhan kita, maka semua tingkatan tersebut akan kita dapatkan dalam hidup kita,” tambah Heidy.
Begitu juga pada pola pikir terhadap Tuhan, diri sendiri dan orang lain. Berpikiran positif terhadap Tuhan, diri sendiri dan orang lain maka yang akan didapatkan adalah energi yang selalu positif dan selalu bertindak positif. Begitu sebaliknya, pikiran negatif kita pada orang lain dapat mempengaruhi orang lain berpikiran negatif dan bertindak negatif. “Namun pikiran negatif orang lain terhadap kita bisa ditangkis dengan pertahanan spiritual kita terhadap Tuhan dan berzikir,” tutur Heidy. (kl/lin) Editor : Jawanto Arifin