Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sejarah RSUD Grati Pasuruan, dari Puskesmas Menjadi Rumah Sakit Jujukan Luar Daerah

Fuad Alyzen • Minggu, 6 April 2025 | 17:15 WIB

 

JUJUKAN: RSUD Grati yang kini tak hanya menjadi jujukan bagi masyarakat Pasuruan timur untuk mendapatkan layanan medis. Rumah sakit daerah itu, juga menjadi tempat bagi warga Probolinggo.
JUJUKAN: RSUD Grati yang kini tak hanya menjadi jujukan bagi masyarakat Pasuruan timur untuk mendapatkan layanan medis. Rumah sakit daerah itu, juga menjadi tempat bagi warga Probolinggo.

SEBELUM bertransformasi menjadi rumah sakit, RSUD Grati dahulunya adalah sebuah puskesmas.

Layanan yang terbatas, membuat gagasan untuk pengembangan dilakukan. Hingga akhirnya, transformasi menjadi rumah sakit diwujudkan.

Dampaknya, tak hanya menjadi jujukan masyarakat Pasuruan wilayah timur. Tetapi juga, luar daerah, seperti Probolinggo.

Sebelum tampak seperti sekarang, bangunan Puskesmas Grati relatif kuno. Bahkan bangunan utamanya, merupakan peninggalan Belanda.

Menurut Plt Kepala Puskesmas Grati, dr Eko Santoso Machfur, sebelum bertransformasi, puskesmas setempat sudah terasa seperti rumah sakit.

SEDERHANA: Bangunan Puskesmas Grati sebelum berubah menjadi RSUD Grati. Bangunan tersebut tampak sederhana.
SEDERHANA: Bangunan Puskesmas Grati sebelum berubah menjadi RSUD Grati. Bangunan tersebut tampak sederhana.

Ada pelayanan UGD 24 jam, rawat inap dan kamar bersalin. Serta mempunyai 40 tempat tidur dan menjadi yang terbanyak untuk kelas puskesmas di Pasuruan kala itu.

Pasien yang datang, tidak hanya dari Grati. Tetapi juga dari Kecamatan Rejoso, Lekok, Winongan, Lumbang dan Nguling.

Eko yang juga menjabat Kepala Puskesmas Nguling menyebutkan, kebutuhan dalam pemenuhan layanan kesehatan yang mendesak bagi masyarakat Pasuruan timur, menjadi alasan.

Sehingga mendasari dibangunnya RSUD Grati. Hingga rencana itu dimulai awal tahun 2017.

Gedung mulai dibangun. Dan akhir 2018, RSUD Grati sudah mulai berfungsi secara sempurna. “SDM yang dimiliki kala itu, memang tidak sebanyak seperti sekarang,” kisahnya.

Anggota Damkar Kabupaten Pasuruan Samsul Huda yang sempat merasakan menjadi pegawai di Puskesmas Grati menguraikan, dahulu bangunan Puskesmas Grati layaknya puskesmas pada umumnya.

Sederhada dan jadi pusat jujukan pasien dari Kecamatan Nguling, Lekok dan Lumbang.

Sementara perubahaan menjadi RSUD Grati, karena memang kebutuhan masyarakat wilayah timur.

“Mengingat jarak ke RSUD Bangil, terbilang jauh. Sehingga, butuh rumah sakit untuk mengakomodir layanan kesehatan, bagi masyarakat Pasuruan wilayah timur,” ungkap mantan sopir ambulan Puskesmas Grati ini.

Direktur RSUD Grati dr Dyah Retno Lestari mengatakan, minimnya layanan rujukan di wilayah timur Pasuruan, menjadi dasar terbangunnya RSUD Grati untuk menampung layanan rujukan itu.

Dahulu, di Puskesmas Grati hanya memiliki 4 dokter spesialis. Kini di RSUD Grati sudah memiliki dokter spesialis sebanyak 30 orang.

“Sekarang RSUD Grati menjadi rumah sakit kelas C. Dengan akreditasi paripurna serta 18 layanan spesialis,” sampainya.

 

Fasilitas Kesehatan dan SDM Meningkat

Pengembangan terus dilakukan manajemen RSUD Grati sejak transformasi diberlakukan akhir 2018.

Hal itu, tak lain untuk meningkatkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Plt Kepala Puskesmas Grati, dr. Eko Santoso Machfur mengatakan, setelah berfungsinya RSUD Grati, rumah sakit ini semakin berkembang.

Tak hanya dari infrastruktur gedung. Tetapi juga sarana dan prasarana penunjang medis.

Seperti penambahan gedung rawat inap, poliklinik, perluasan UGD, laboratorium dan juga farmasi serta bangunan lainnya.

“Bahkan fasilitas dan tenaga medisnya juga berkembang,” paparnya.

Dalam kurun waktu yang tidak lama, RSUD Grati sudah menjadi rumah sakit daerah tipe C. Di mana, dokter spesialis yang dimiliki, terbilang lengkap.

Mantan sopir ambulan Puskesmas Grati, Samsul Huda menambahkan, perubahan RSUD Grati karena memang menjadi kebutuhan masyarakat wilayah timur. Terutama dalam urusan kesehatan.

Ia menambahkan, sebelumnya fasilitas yang dimiliki memang masih kurang. Namun, seiring perkembangannya, menjadi salah satu rumah sakit yang diperhitungkan.

Untuk menjadi jujukan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan.

“Saat ini, fasilitas kesehatan yang tersedia di rumah sakit setempat, semakin canggih,” papar dia.

Direktur RSUD Grati dr Dyah Retno Lestari mengatakan, sebenarnya Puskesmas Grati bukan berubah menjadi RSUD Grati.

Melainkan, lahan yang dulunya berdiri Puskesmas Grati dibangun menjadi RSUD Grati.

“Puskemas Grati masih ada dan berpindah di sekitar Pasar Grati. RSUD Grati dibangun di belakang bangunan eks Puskesmas Grati,” ujarnya.

RSUD Grati sendiri berdiri pada Okteber 2018 lalu. Kala itu, RSUD masih belum bekerja sama dengan BPJS. Semula, hanya memiliki tiga layanan spesialis.

Hingga pengembangan terus dilakukan. Selain telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, RSUD Grati sudah memiliki lima layanan spesialis.

“Kala itu, akreditasi masih madya. Baru paripurna tahun 2022,” imbuhnya.

Sejak tahun 2019 bangunan semakin bertambah. Mulai pembangunan gedung tahap 1, gedung layanan rawat inap, gedung kamar jenazah hingga tampak seperti saat ini.

Sejak tahun 2024, RSUD Grati sudah menjadi rumah sakit tipe C. Dan memiliki 18 layanan spesialis.

 

Pasien Datang dari Luar Daerah

Transformasi Puskesmas Grati menjadi RSUD Grati sangat berdampak positif kepada masyarakat.

Jika dahulu terbatas, saat ini sudah memberikan pelayanan yang berkualitas.

“Kebutuhan pelayanan kesehatan untuk masyarakat lebih terpenuhi,” kata Dr Eko Santoso Machfur Kepala Puskesmas Nguling yang juga Plt Kepala Puskesmas Grati.

Masyarakat yang dilayani pun lebih banyak dan meluas. Kini, selain wilayah Pasuruan timur, masyarakat di wilayah Kabupaten Pasuruan bagian tengah juga memanfaatkan RSUD Grati.

Seperti dari Kecamatan Gondang Wetan dan Pohjentrek. Bahkan, ada juga di bagian wilayah Pasuruan bagian selatan seperti Kecamatan Kraton dan Wonorejo.

Dengan transformasi ini, masyarakat Grati bisa hidup lebih baik. Tak hanya dari sisi kesehatan.

Tetapi juga dari dari sisi ekonomi. Banyak geliat usaha di sekitar yang bermunculan.

Direktur RSUD Grati dr Dyah Retno Lestari mengatakan, kini RSUD Grati sudah menjadi rumah sakit utama di Pasuruan timur. Bahkan, RSUD Grati bukan hanya melayani pasien dari Pasuruan.

Dari luar daerah pun sering. “Dari Probolinggo juga ada. Selain dari Pasuruan,” sampainya. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#RSUD Grati #puskesmas