Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jejak Talang Purwo di Desa Sekarmojo, Jembatan Irigasi yang Bertahan hingga Kini Meski Dibangun Era Belanda

Rizal Syatori • Minggu, 23 Februari 2025 | 21:05 WIB
KOKOH: Bangunan Talang Purwo yang bertahan hingga sekarang. Meski dibangun era Belanda, namun keberadaannya masih tampak kokoh.
KOKOH: Bangunan Talang Purwo yang bertahan hingga sekarang. Meski dibangun era Belanda, namun keberadaannya masih tampak kokoh.

SEBUAH jembatan melintang di atas jalur kereta api Bangil-Malang, Dusun Purwo, Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Uniknya, jembatan tersebut bukan diprioritaskan untuk pejalan kaki. Namun lebih difungsikan sebagai saluran air untuk irigasi.

Warga menyebutnya Talang Purwo. Nama itu diambil, lantaran fungsinya yang digunakan untuk pendistribusian air.

Sementara kata Purwo, berasal dari dusun yang ada di wilayah setempat.

Menurut Wahib, 60, warga sekitar di Dusun Purwo, Talang Purwo ini dibangun pada era kolonial Belanda. Sekitar tahun 1.900 silam.

“Bangunan ini terbilang peninggalan sejarah. Karena pembangunannya direalisasikan saat zaman penjajahan Belanda,” ungkap dia.

Talang Purwo memiliki panjang sekitar 20 meter. Lebarnya, kurang lebih tiga meter. Sementara ketinggiannya, delapan meter.

Pada bagian bawahnya, terdapat jalur kereta api jurusan Bangil-Malang.

Kontruksinya Talang Purwo ini, menggunakan batu bata. Meski begitu, kondisinya masih utuh. Tampak kokoh dan terawat dengan baik hingga sekarang.

“Sejak saya masih kecil, bentuk dan kondisinya tidak mengalami perubahan. Tetap seperti itu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Talang Purwo berfungsi sebagai saluran air untuk irigasi persawahan warga.

Adapun air yang mengalir di Talang Purwo ini, bersumber dari anak Sungai Jempinang di Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari.

“Airnya yang mengalir di Talang Purwo ini, untuk irigasi persawahan milik warga di timur rel kereta api. Dari kejauhan, memang tampak seperti sebuah jembatan. Namun, begitu didekati, baru bisa diketahui kalau ini merupakan saluran air,” jelas Kepala Dusun Purwo, Nova Harianto.

 

Jalan Pintas Para Petani ke Sawah

Fungsi utama Talang Purwo memang untuk jalur distribusi air ke persawahan. Namun, para petani juga memanfaatkannya sebagai jalan pintas. Untuk menuju persawahan.

Tentu, Talang Purwo ini, hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki. Karena untuk sepeda kayuh ataupun motor, akan kesulitan.

JALAN PINTAS: Selain untuk saluran air, Talang Purwo di Dusun Purwo, Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, juga dimanfaatkan untuk jalan pintas bagi petani setempat.
JALAN PINTAS: Selain untuk saluran air, Talang Purwo di Dusun Purwo, Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, juga dimanfaatkan untuk jalan pintas bagi petani setempat.

Meski begitu, mereka tampak asik melewati jalur irigasi itu, tanpa rasa takut.

“Walau membawa gabah ataupun rumput, hal itu seolah tak menakutkan. Talang Purwo ini, jadi jalur alternatif untuk mempercepat mereka, ke seberang. Ada yang lewat jalan tengah, ada pula yang melintas di tepian. Enjoy saja, karena sudah terbiasa,” beber Kepala Dusun Purwo, Nova Harianto.

Ia menguraikan, para petani ataupun buruh tani sengaja lewat Talang Purwo, jika mau ke persawahan di timur rel kereta api.

Begitu juga dengan jalur sebaliknya. Hal ini, mereka lakukan, agar lebih cepat sampai tujuan.

“Ketimbang harus memutar, mereka lebih menyukai melintas di Talang Purwo ini. Karena bisa mempersingkat jarak dan waktu,” akunya.

 

Jujukan Bermain dan Nongkrong

Eksotisme Talang Purwo, ternyata memikat hati anak-anak dan kalangan muda-mudi. Mereka memanfaatkan kawasan setempat untuk bermain dan nongkrong.

Khususnya saat liburan sekolah. Ataupun saat momen menunggu azan magrib, ketika ngabuburit di bulan Ramadan.

“Di situ, tempat favoritnya anak-anak di dusun ini bermain. Entah bermain air maupun layang-layang. Sudah sejak dahulu berlangsung hingga sekarang,” kata Kepala Dusun Purwo, Nova Harianto.

Ia menjelaskan, ketika Ramadan tiba, Talang Purwo menjadi tempat untuk ngabuburit.

Jalan-jalan santai, sembari menunggu azan Magrib. Karena, lokasi setempat memang memiliki spot yang eksotik. Terlebih ketika ada kereta api melintas. Menambah daya tarik.

“Bahkan, empat bulan terakhir, kawasan setempat menjadi jujukan muda-mudi untuk nongkrong. Khususnya, saat sore hari hingga menjelang petang,” sampainya.

EKSOTIK: Keberadaan Talang Purwo memang menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik pengunjung berdatangan. Salah satunya, karena viewnya yang menawan. Apalagi, ketika ada kereta api melintas.
EKSOTIK: Keberadaan Talang Purwo memang menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik pengunjung berdatangan. Salah satunya, karena viewnya yang menawan. Apalagi, ketika ada kereta api melintas.

Mereka yang datang, tidak saja berasal dari Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari. Tetapi juga, berasal dari desa lain. Bahkan, ada yang datang dari luar daerah.

Hal tersebut, tak lepas dari view indah yang ditawarkan. Serta akses menuju lokasi, yang mudah dijangkau.

Bisa dengan mengendarai motor hingga mobil. Karena, akses menuju lokasi, sudah beraspal dan berpaving.

Lokasi dari jalan raya Surabaya-Malang, tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 1,5 -2 kilometer.

Sekarang juga ada warung kopi, yang berada di dekat lokasi. Mulai sore, banyak pengunjung berdatangan untuk nongkrong. Ngopi santai sembari menikmati pemandangan sekitar dan kereta api yang melintas,” papar dia. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
#saluran air #talang air #zaman belanda #saluran irigasi #bangunan kuno