Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kantor Camat Purwodadi, Bangunan Zaman Belanda yang Dahulunya Merupakan Onderan

Rizal Syatori • Minggu, 6 Oktober 2024 | 17:00 WIB
KUNO: Bangunan gedung Kantor Camat Purwodadi dari depan, yang tampak kuno. Bangunan tersebut merupakan peninggalan era Belanda.
KUNO: Bangunan gedung Kantor Camat Purwodadi dari depan, yang tampak kuno. Bangunan tersebut merupakan peninggalan era Belanda.

Kantor Camat Purwodadi ternyata merupakan bagian dari sejarah. Gedung yang berada di di timur jalan nasional Surabaya-Malang itu, dibangun era penjajahan Belanda. Saat itu, bangunan tersebut masih disebut onderan.

 

Lokasinya berada di Dusun Jatisari, Desa/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Bangunan tersebut tampak kuno. Namun, masih terwatan dengan baik hingga sekarang.

Panjang bangunan, mencapai kisaran 15 meter. Sementara lebarnya, sekitar delapan meter. Tinggi bangunan, dari lantai hingga plafon dikisaran 4,5 meter.

“Bangunan tersebut sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda. Namun, secara pasti kapan berdiri, kami tidak mengetahuinya,” ucap Sariadi, 72, warga Desa Purwodadi yang dahulu pernah menjabat sebagai Sekdes Purwodadi.

Dahulu, bangunan tersebut merupakan onderan. Atau semacam kantor distrik, di era penjajahan Belanda.

Namun, seiring perjalanannya waktu, keberadaannya pun akhirnya dimanfaatkan sebagai kantor dan rumah dinas Camat Purwodadi.

Sariadi berujar, tidak banyak bangunan kuno yang berada di wilayah Purwodadi. Jumlahnya sedikit. Dari yang sedikit itu, salah satunya adalah Kantor Camat Purwodadi tersebut.

Lokasinya yang strategis, menjadi alasan. Mengapa akhirnya, Belanda menjadikan kawasan setempat, sebagai onderan.

“Saat saya masih kecil, sekitarnya belum banyak ada bangunan rumah. Jalannya sudah beraspal, tapi masih sempit dan tidak selebar sekarang,” ujarnya. (zal/one)

 

 

Dimanfaatkan dengan Multifungsi

Bangunan kuno itu, memang tak lagi sendirian. Karena, sudah ada bangunan-bangunan baru, yang mengelilinginya. Termasuk pendopo kecamatan.

Gedung yang dibangun era penjajahan Belanda tersebut, termasuk multifungsi. Karena dimanfaatkan untuk ruangan yang beragam.

Selain kantor dan rumah dinas camat, juga dimanfaatkan untuk salah satu ruang Sub Bagian (Subbag)

 

MULTIFUNGSI: Selain untuk rumah dinas camat, juga dimanfaatkan banyak fungsi. Termasuk ruangamn subbag.
MULTIFUNGSI: Selain untuk rumah dinas camat, juga dimanfaatkan banyak fungsi. Termasuk ruangamn subbag.

 

MULTIFUNGSI: Selain untuk rumah dinas camat, juga dimanfaatkan banyak fungsi. Termasuk ruangamn subbag.
MULTIFUNGSI: Selain untuk rumah dinas camat, juga dimanfaatkan banyak fungsi. Termasuk ruangamn subbag.

“Ruangan yang depan untuk Subbag Sugram beserta staff. Sampingnya teras. Lalu, ruang tamu depan tidak difungsikan karena plafonnya jebol,” kata Camat Purwodadi Sugiarto.

Sementara ruangan tengah, memiliki ukuran yang cukup luas. Sehingga, dijadikan ruang tamu sekaligus ruang dinas Camat Purwodadi.

“Di dalamnya juga ada kamar. Yang satu dimanfaatkan sebagai kamar tempat istirahat camat. Dan satunya untuk gudang,” bebernya.

Ia menguraikan, interior jendela, lantai hingga pintu merupakan peninggalan bangunan lama.

Tidak dilakukan penggantian. Hanya pengecatan, yang sudah dilakukan berulang kali.

Sementara untuk perabotan seperti kursi, meja, lampu hingga dipan, merupakan benda baru.

“Saya masuk dan menjabat di sini, perabotannya sudah merupakan barang baru,” sampainya. (zal/one)

 

 Baca Juga: Sejarah Kawedanan Bangil, Berubah Menjadi Plaza dan Hanya Sisakan Pendapa

 

Dirawat Agar Terjaga Kelestariannya

Bangunan tersebut memiliki status sebagai aset Pemkab Pasuruan. Saat ini, tengah diusulkan Sertifikat Hak Pakai (SHP).

Meski begitu, pihak kecamatan memberikan atensi tersendiri.

Untuk menjaga dan memelihara bangunan tersebut. Misalnya, dengan pengecatan ulang, hingga rehab beberapa bagian yang mengalami kerusakan.

“Kami memang memberi perhatian lebih untuk bangunan tersebut,” ujar Camar Purwodadi, Sugiarto.

STRATEGIS: Kantor Camat Purwodadi yang memiliki letak strategis. Tak heran, jika Belanda dahulu menjadikan kawasan setempat, sebagai onderan.
STRATEGIS: Kantor Camat Purwodadi yang memiliki letak strategis. Tak heran, jika Belanda dahulu menjadikan kawasan setempat, sebagai onderan.

Hal ini dilakukan, tak hanya manfaat gedung tersebut, yang bisa digunakan sebagai kantor.

Tetapi juga, bangunan tersebut memiliki nilai sejarah. Sehingga, perlu dilestarikan keberadaannya.

“Bangunan ini kan bagian dari cagar budaya. Jadi, kami di pemerintahan kecamatan, sebisa mungkin tetap merawat dan melestarikan bangunan ini. Sejauh ini, kondisinya masih layak pakai. Meskipun beberapa temboknya, ada yang mengelupas dan plafonnya ada yang jebol,” tuturnya. (zal/one)

 

Editor : Ronald Fernando
#dulu dan kini #belanda #zaman #kantor #Kecamatan