KANTOR Bank Jatim Cabang Pasuruan memiliki sejarah panjang. Bangunan yang terletak di Jalan Pahlawan, Kota Pasuruan itu, dahulunya adalah rumah direktur pabrik De Bromo yang saat ini dikenal Bosto atau PT Bromo Steel Indonesia.
Dulunya, rumah direktur ini disebut dengan staf biro atau bagian pemasaran pabrik. Bagian belakang gedung ini kemudian dibongkar dan dijadikan mess atau rumah dinas para insinyur.
Pemerhati sejarah Pasuruan, Achmad Budiman Suharjono mengungkapkan rumah direktur atau administrateur pabrik “De Bromo” ini terletak di heerenstraat (kini disebut jalan Pahlawan). Saat itu rumah sudah mulai digunakan sekitar tahun 1920.
Budiman menyebut, rumah direktur De Bromo ini berlokasi di tempat yang strategis.
Persis di seberang rumah ini, ada rumah dokter eropa yang sekarang sudah dibongkar. Di ssi selatannya, gedung Proefstation Oost-Java (kini disebut pusat penelitian perkebunan gula Pasuruan).
“Gedung ini akhirnya dibongkar dan menjadi rumah direktur POJ (sekarang disebut POJ House P3GI). Lokasinya di Jalan Pahlawan dekat dengan rumah direktur De Bromo,” jelasnya.
Budiman menyebut, tidak ada sisa bangunan lama di lokasi yang saat ini menjadi kantor Bank Jatim. Sebab, bangunan lama itu dibongkar dan akhirnya dibeli untuk dijadikan kantor badan usaha milik daerah itu (BUMD).
“Tidak ada bangunan lama yang tersisa. Begitu dibeli oleh bank Jatim, bangunan lama dirobohkan dan menjadi bangunan baru,” tutur Budiman.
Masuk Bangunan Diduga Cagar Budaya
Rumah direktur/administrateur De Bromo ini dulunya adalah bangunan megah. Memiliki banyak pilar di setiap sudutnya. Maklum, para insinyur muda yang bekerja di pabrik De Bromo ini tinggal di bangunan ini.
Pemerhati sejarah Pasuruan, Achmad Budiman Suharjono menyebutkan rumah direktur itu memiliki bangunan khas kuno zaman Belanda. Seperti Gedung Harmoni, bangunan ini juga punya pilar.
Jika bangunan ini masih ada sampai saat ini, bisa menjadi warisan sejarah Pasuruan.
Mengingat sejarah pendiriannya, bangunan ini bisa dimasukkan dalam kategori bangunan diduga cagar budaya.
Namun Budiman tidak bisa menyalahkan pemkot terkait hal ini. Sebab bangunan ini belum masuk dalam cagar budaya. Pihaknya juga tidak tahu kenapa bangunan ini bisa dijual ke Bank Jatim.
“Belum cagar budaya, tapi bisa masuk dalam kategori obyek diduga cagar budaya. Sebab, cerita yang saya dapat dari karyawan lama pabrik De Bromo, rumah itu megah,” tutur Budiman.
Budayawan Pasuruan, Ahmad Rosidi mengaku, pihaknya menyayangkan bangunan ini yang sampai lepas. Andai bangunan rumah itu masih berdiri sampai saat ini, bisa jadi masuk dalam cagar budaya.
“Dari segi historis sangat memungkinkan. Pendiriannya kan sebelum zaman kemerdekaan. Usianya setua gedung Harmoni, Taman Kota dan gedung P3GI yang kini menjadi cagar budaya,” sebut Cak Ros-sapaannya.
Digunakan Bank Jatim sejak 2005
Sejak 2005, eks bangunan De Bromo ini digunakan oleh Bank Jatim yang membelinya, sehingga menjadi aset BUMD itu.
Hingga kini, struktur bangunan saat ini tidak berubah sejak digunakan pertama kali.
Pimpinan Bank Jatim Pasuruan Bidang Operasional, Puguh Widodo menyebut bangunan kantor Bank Jatim Pasuruan itu belum pernah direhab. Selama 19 tahun, bangunan yang ada masih sama seperti saat dibangun awal.
Sebelum menempati kantor di Jalan Pahlawan ini, Bank Jatim menyewa bangunan milik pemkot yang saat ini menjadi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan di Jalan Balaikota. Disewa selama 14 tahun sejak 1991.
“Bangunan yang dibeli itu menjadi aset milik Bank Jatim. Sekaligus kantor ke 23 yang dibangun di Jawa Timur. Kami menempati sejak 2005 hingga kini belum ada perubahan,” terang Puguh.
Katanya, kantor cabang ini melayani masyarakat di Kota dan Kabupaten Pasuruan. Untuk memudahkan pelayanan, bank Jatim juga menyediakan kantor cabang pembantu (capem) yang mengkoordinir beberapa kecamatan.
Seperti kantor capem Purwosari yang melayani Kecamatan Purwodadi, Purwosari dan Wonorejo. Adapula kantor Capem Pandaan yang melayani masyarakat di Kecamatan Pandaan, Gempol dan Prigen.
“Kantor utama kami di Jalan Pahlawan Kota Pasuruan. Tapi untuk memudahkan masyarakat agar tidak jauh jauh ke kota, bisa melalui kantor capem yang tersedia,” tutur Puguh. (riz/fun)
Editor : Jawanto Arifin