Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sejarah Pendirian Pondok Lalie Djiwo di Lereng Gunung Arjuno, Dibangun Pengusaha Asal Skotlandia yang Kini Tinggal Kenangan

Rizal Syatori • Minggu, 21 April 2024 | 18:40 WIB
PONDOK: Bangunan Pondok Lalie Djiwo yang didirikan Maclennan untuk beristirahat bersama istrinya.
PONDOK: Bangunan Pondok Lalie Djiwo yang didirikan Maclennan untuk beristirahat bersama istrinya.

KEBERADAAN Lembah Kijang di area Gunung Arjuno tidak hanya dikenal sekarang. Karena dahulu, saat masih penjajahan Kolonial Belanda, kawasan setempat sudah memiliki nama.

Bahkan, seorang pengusaha asal Skotlandia, Duncan Clonie Maclennan membangun sebuah pondokan untuk tempat peristirahatan.

Pondok tersebut dinamakan Lalie Djiwo. Pondok Lalie Djiwo terbangun dari kayu berbentuk rumah dengan fondasi pasangan batu.

Sebelum membangun Pondok Lalie Djiwo, pengusaha asal Skotlandia tersebut, juga memiliki sejumlah villa di Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

KOLAM AIR: Salah satu fasilitas yang dibangun Maclennan di area Pondok Lalie Djiwo berupa kolam air. Kolam tersebut, digunakan untuk berendam ataupun berenang.
KOLAM AIR: Salah satu fasilitas yang dibangun Maclennan di area Pondok Lalie Djiwo berupa kolam air. Kolam tersebut, digunakan untuk berendam ataupun berenang.
PENGINAPAN: Keberadaan Pondok Lalie Djiwo yang berada di Lembang Kijang area Gunung Arjuno. Selain untuk penginapan pribadi, Pondok Lalie Djiwo juga digunakan tak ubahnya sebagai resort.
PENGINAPAN: Keberadaan Pondok Lalie Djiwo yang berada di Lembang Kijang area Gunung Arjuno. Selain untuk penginapan pribadi, Pondok Lalie Djiwo juga digunakan tak ubahnya sebagai resort.

Kala itu, Tretes memang menjadi tempat favorit bagi warga asing. Tak hanya warga Belanda, tetapi juga negara-negara Eropa lainnya.

Sayangnya, keberadaan Pondok Lalie Djiwo, kini hanya menyisakan kenangan.

Bekasnya, hampir tidak ada. Hanya menyisakan foto-foto zaman dahulu, saat bangunan pondok tersebut pernah ada.

“Pondok Lalie Djiwo, dibangun Maclennan tahun 1880. Sebagai tempat tinggal, sekaligus peristirahatan,” ucap Donny Daniel, 55, warga kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen.

Donny berkisah, Maclennan-sapaan Duncan Clonie Maclennan tinggal bersama istrinya, Annaa Kovacic asal Asutria di Pondok Lalie Djiwo tersebut.

Ia sengaja membangun pondok tersebut, untuk menunjang hobinya, berburu binatang. Serta berkebun di lereng pegunungan.

Pondok tersebut dibangun di Lembah Kijang, di bawah Alas Lalie Djiwo. Posisinya, berada di ketinggian sekitar 2.500 meter dari permukaan air laut.

Dengan teritorialnya saat ini, masuk Kelurahan Pencalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Lokasi Pondok Lalie Djiwo merupakan akses menuju Gunung Arjuno, yang kini masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.

“Akses menuju pondok, menggunakan jalan makadam hingga sekarang,” sampainya.

Kepala UPT Tahura R. Soerjo, Ahmad Wahyudi mengaku, tidak mengetahui persis akan sejarah keberadaan Pondok Lalie Djiwo di Lembah Kijang.

Namun, cerita tersebut pernah didengarnya.

DITANDU: Wisatawan asing yang hendak menuju Pondok Lalie Djiwo. Selain bisa dengan naik kuda, wisatawatan yang ke pondok setempat bisa dengan cara ditandu.
DITANDU: Wisatawan asing yang hendak menuju Pondok Lalie Djiwo. Selain bisa dengan naik kuda, wisatawatan yang ke pondok setempat bisa dengan cara ditandu.

“Cerita dan sejarah yang kami ketahui, hanya sepintasnya saja. Karena sekarang, bangunan Pondok Lalie Dijwo sudah tidak ada,” ungkapnya.

Ia menguraikan, Lembah Kijang saat ini, merupakan padang savana cukup luas di lereng sisi selatan Gunung Arjuno.

Di kawasan setempat, banyak terdapat satwa liar. Seperti kijang, kera, dan babi hutan.

“Untuk menuju ke Lembah Kijang, pendaki akan membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam dari Pos Izin Pendakian Tretes, Kecamatan Prigen. Posisi ketinggiannya, sejajar dengan Pondok Lirang, tempat penambang belerang, di lereng Gunung Welirang,” sambung dia.

 

Pernah Menjadi Resort Ternama Bagi Wisawatan

Tak hanya sekadar berdiri pondok. Sejak pengusaha asal Skotlandia, Duncan Clonie Maclennan tinggal di Pondok Lalie Djiwo, pengembangan kawasan setempat terus dilakukannya.

Salah satunya, pembangunan kolam air untuk berenang atau sekadar berendam.

Menurut Donny Daniel, 55, warga kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Pondok Lalie Djiwo tak hanya menjadi tempat tinggal bagi Duncan Clonie Maclennnan dan istrinya.

Karena seiring dengan penambahan fasilitas yang dilakukan, Pondok Lalie Djiwo tak ubahnya, seperti resort.

Bahkan, kala itu, pamor Lalie Djiwo cukup tersohor.

“Pondok Lalie Djiwo pernah menjadi resort bagi wisatawan yang cukup terkenal. Pamornya di kisaran tahun 1908, bahkan sampai ke Eropa,” ujar Donny.

Berkembangnya Pondok Lalie Djiwo menjadi resort, ditandai dengan kedatangan para kolega Maclennan.

MAKADAM: Akses menuju area Lembah Kijang yang menggunakan jalan makadam.
MAKADAM: Akses menuju area Lembah Kijang yang menggunakan jalan makadam.
INDAH: Gunung Arjuno salah satu jujukan pendakian. Di wilayah setempat, sempat berdiri Pondok Lalie Djiwo.
INDAH: Gunung Arjuno salah satu jujukan pendakian. Di wilayah setempat, sempat berdiri Pondok Lalie Djiwo.
PONDOK LIRANG: Tempat bermukimnya penambang dan penampungan welirang di Lereng Gunung Welirang.
PONDOK LIRANG: Tempat bermukimnya penambang dan penampungan welirang di Lereng Gunung Welirang.

Mereka datang untuk menginap di pondok setempat. Tak hanya dari Skotlandia. Tetapi juga dari Belanda, Inggris serta negara-negara Eropa lainnya.

Mereka tak sekadar menginap. Tetapi juga, datang untuk menyalurkan hobi, berburu satwa liar.

“Tempatnya memang menunjang. Dari bawah, bisa menuju lokasi dengan menunggang kuda. Ditambah, dengan view indah serta udara sejuk dan hawa dingin yang ditawarkan, menjadi daya tarik untuk wisatawan berdatangan,” cerita dia.

Didik Prayitno, 43, salah seorang pendaki asal Pandaan mengaku, keberadaan Pondok Lalie Djiwo, dulunya pernah ada di Lembah Kijang.

Cerita dan sejarah singkatnya, sudah banyak yang didengar oleh para pendaki.

“Pertama kali naik Gunung Arjuno, saat SMP. Lewatnya, ya via Lembah Kijang kalau dari Tretes. Saya dan pendaki lainnya, sudah lama mendengar sepintas, cerita Pondok Lalie Djiwo,” akunya.

Saat ini, yang terlihat di Lembah Kijang, hanya berupa padang savana. Disertai pula, keberadaan satwa liar yang kerap terlihat.

Ia mengaku, jarang sekali melihat pendaki ngecamp atau mendirikan tenda untuk istirahat sebelum naik ke puncak Gunung Arjuno.

“Bangunan pondoknya, setahu saya sudah tidak ada. Mungkin kalau bekas sisa fondasi rumah atau kolamnya, masih ada. Letak persisnya tidak tahu, karena luas,” ungkapnya. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
#Lembah Kijang #gunung arjuno #Pondok Lalie Djiwo #prigen #tretes