SEDERET gedung berdiri kokoh di kompleks perkantoran Raci. Gedung-gedung tersebut diisi hampir semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemkab Pasuruan. Mulai Satpol PP, Bina Marga dan Bina Konstruksi hingga Kantor Bupati.
Kantor-kantor tersebut berdiri di atas lahan sekitar 8 hektare yang ada di kawasan setempat. Siapa yang menyangka, sebelum menjadi perkantoran, kawasan setempat dulunya hanyalah lahan kosong. Bahkan, sebagian merupakan rawa-rawa.
Kepala Desa Raci, Kecamatan Bangil, Muhammad Tomo menguraikan, kawasan setempat memang berbeda sebelum era 2000-an. Sebab, sebelum diisi banyak gedung-gedung, dulunya hanyalah lahan kosong. Serta merupakan rawa-rawa.
“Lahan tersebut dulunya milik perorangan yang akhirnya dibeli oleh pemerintah daerah untuk kemudian dijadikan perkantoran,” ungkap Tomo.
Pengembangan kawasan setempat, dilakukan sejak tahun 2000. Sekda Kabupaten Pasuruan, Yudha Tri Widya Sasongko mengutarakan, dulunya hanya ada beberapa gedung yang mengisi kompleks perkantoran Raci.
Sekitar tahun 2000 lalu, baru Satpol PP yang berdiri. Kemudian disusul gedung lain, pada 2003. Seperti kantor Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, hingga GOR Sasana Krida Anoraga.
Hal tersebut, membuat kantor-kantor lain, juga dipindah. Apalagi, setelah munculnya UU nomor 32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah. Membuat wacana pemindahan ibu kota ke Bangil mencuat.
Wacana itupun, membangkitkan pemindahan kantor-kantor ke Raci. Terbukti, kantor-kantor lain juga mengikuti. Ada kantor Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang yang menjadi satu atap dengan Bappelitbangda. Kemudian ada Dispendukcapil dan DPMD. Hingga gedung OPD untuk Kominfo serta Dinas Perpustakaan dan Arsip yang sebelumnya ditempati BPBD Kabupaten Pasuruan.
Pembangunan gedung di kompleks perkantoran Raci terus digencarkan. Setelah Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 2016 tentang pemindahan Ibu Kota Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur keluar.
Setelah membangun Gedung Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada 2014, Pemkab Pasuruan juga membangun tiga gedung tambahan di 2016. Tiga gedung baru itu dialokasikan hingga Rp 60 miliar.
Selain untuk gedung kantor Dispendikbud Kabupaten Pasuruan, juga ada gedung Kapiten yang dimanfaatkan tiga OPD. Yakni Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Dinas Peternakan.
Sementara, satu gedung lainnya, yakni Gedung Satrya Emas. Gedung tersebut ditempati oleh DLH, Dinas Koperasi dan UKM serta Disperindag Kabupaten Pasuruan. Covid-19 yang melanda, memang sempat menghambat proses pembangunan gedung baru.
Namun, program pemindahan kantor-kantor OPD, dilanjutkan tahun 2021 lalu. Beberapa pembangunan kembali direalisasikan. Selain pembangunan command centre dan Mall Pelayanan Publik, Pemkab Pasuruan juga membangun gedung baru untuk tiga OPD di kawasan Kompleks Perkantoran Raci.
Tiga OPD yang menempati gedung bernama Lettu Imam tersebut, yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Pariwisata dan Badan Kesbangpol Kabupaten Pasuruan.
Tahun 2022, pembangunan besar-besaran kembali dilakukan. Salah satunya, pembangunan gedung putih yang menjadi Kantor Bupati dan dan Wakil Bupati serta Sekretariat Pemkab Pasuruan. Gedung empat lantai tersebut menghabiskan dana hingga Rp 48 miliar.
Selain gedung putih, Pemkab Pasuruan juga membangun gedung BerAkhlak untuk kantor tiga OPD. Yakni Kantor Administrasi Pembangunan, BKPSDM serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).
Puncaknya, diproyeksikan tahun ini. Satu gedung baru juga dibangun. Gedung senilai Rp 19 miliar itu, diproyeksikan untuk kantor Kantor Dinsos dan juga Inspektorat yang masih ada di wilayah Kota Pasuruan.
“Pembangunan memang gencar dilakukan Pemkab Pasuruan sebagai langkah menjalankan amanat pusat, sebagai tindak lanjut penetapan Bangil sebagai ibu kota Kabupaten Pasuruan,” sampainya beberapa waktu lalu.
Masih Banyak yang Perlu Dibenahi
Berdirinya gedung-gedung di kompleks Perkantoran Raci, bukannya tanpa masalah. Selain minimnya penghijauan juga persoalan penyerapan air di kawasan setempat.
Hal ini terlihat ketika musim penghujan. Kawasan setempat, kerap digenangi air hujan. Begitu juga soal penghijauan. Makin minim pohon-pohon yang berdiri. Lantaran banyaknya gedung yang kokoh menjulang.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Ruslan mengakui, masih banyak hal yang perlu diperbaiki di kompleks perkantoran Raci. Soal penyerapan airnya untuk mengatasi genangan serta soal penghijauan.
“Penghijauan di wilayah setempat sangat minim. Ini perlu diperhatikan agar lebih nyaman,” kata Ruslan.
Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Heru Ferianto mengakui, penghijauan kawasan kompleks perkantoran Raci dibutuhkan. Agar kawasan setempat lebih rindang. Hanya saja, hal itu belum bisa dilakukan. Lantaran butuh penyesuaian seiring dengan pembangunan-pembangunan gedung yang dilakukan.
“Kami sudah pernah mengkonsepkan pembuatan taman di wilayah kompleks Raci. Tapi butuh penyesuaian ulang seiring dengan keberadaan gedung-gedung baru yang berdiri,” tandasnya.
Plt Kepala Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Hanung Wisya Sasangka menegaskan, upaya untuk mengatasi genangan di kompleks perkantoran Raci, terus dilakukan. Termasuk dengan perbaikan-perbaikan drainase yang ada di kawasan setempat. “Upaya terus kami lakukan. Salah satunya dengan perbaikan drainase,” jelasnya.
Kompleks Perkantoran yang Terus Berkembang
2000
Kantor Satpol PP didirikan di kawasan Raci, Bangil.
2003
Sejumlah kantor lain menyusul dibangun di Raci. Mulai kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, hingga GOR Sasana Krida Anoraga.
Setelah UU No 32 2004 Muncul
Pembangunan kantor Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang yang menjadi satu atap dengan Bappelitbangda, Dispendukcapil dan DPMD. Hingga gedung OPD untuk Kominfo serta Dinas Perpustakaan dan Arsip yang sebelumnya ditempati BPBD Kabupaten Pasuruan.
Setelah PP Pemindahan Ibu Kota Keluar
- Pembangunan Gedung DPMPTSP (pada 2014)
- Pembangunan tiga gedung tambahan di 2016 senilai Rp 60 miliar. Untuk kantor Dispendikbud, gedung Kapiten yang dimanfaatkan Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Dinas Peternakan.
- Pembangunan Gedung Satrya Emas yang dimanfaatkan oleh DLH, Dinas Koperasi dan UKM serta Disperindag Kabupaten Pasuruan. Covid-19 yang melanda, memang sempat menghambat proses pembangunan gedung baru.
2021
Selain pembangunan command centre dan Mall Pelayanan Publik, Pemkab Pasuruan juga membangun gedung baru Lettu Imam untuk tiga OPD (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan KB), Dinas Pariwisata dan Badan Kesbangpol).
2022
- Pembangunan gedung putih yang menjadi Kantor Bupati dan dan Wakil Bupati serta Sekretariat Pemkab Pasuruan.
- Pembangunan gedung BerAkhlak untuk kantor tiga OPD (Kantor Administrasi Pembangunan, BKPSDM serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).
2023
Pembangunan gedung baru senilai Rp 19 M, diproyeksikan untuk kantor Kantor Dinsos dan juga Inspektorat.
Pengaruhi Kawasan Timur Bangil
Berdirinya kompleks perkantoran Raci, dianggap beberapa kalangan memberi pengaruh terhadap wilayah timur Bangil. Kawasan setempat semakin berkembang. Terbukti dengan munculnya ekonomi-ekonomi baru di wilayah Raci.
Hal itu seperti yang dipandang oleh Mukhlis, salah satu tokoh masyarakat Bangil. Ia memandang, pembangunan kompleks perkantoran Raci, berimbas ke wilayah Raci. Banyak ekonomi baru yang bermunculan.
Baik perumahan hingga pertokoan ataupun usaha kecil menengah. “Ada dampak yang bisa ditimbulkan dengan adanya pembangunan. Termasuk pembangunan kawasan kompleks perkantoran Raci,” jelasnya.
Dulu, kata Mukhlis, kawasan setempat dianggap tertinggal untuk wilayah Bangil. Karena berada di ujung timur Bangil. Namun saat ini, tidak demikian.
Karena menjadi salah satu desa berkembang. Apalagi, adanya kawasan industri PIER, hingga Ponpes Dalwa. “Kalau dulu menjadi tempat yang gelap, sekarang setidaknya lebih terang. Banyak titik-titik ekonomi yang bermunculan,” sambung dia. (one/mie)
Editor : Jawanto Arifin