Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gedung Kuno Bekas Kantor Kecamatan Gondangwetan yang Kini Jadi Gudang BPBD

Ronald Fernando • Minggu, 20 Maret 2022 | 19:00 WIB
ASLI: Bangunan Belanda yang kini jadi gudang BPBD. (Rosyidi/ Radar Bromo)
ASLI: Bangunan Belanda yang kini jadi gudang BPBD. (Rosyidi/ Radar Bromo)
Di Jalan Warungdowo menuju Ranggeh, ada sebuah gedung tua. Bangunan berarsitektur lawas itu dulu merupakan rumah dinas orang Belanda, lalu menjadi kantor Kecamatan Gondangwetan. Sekarang jadi gudang.

 

GEDUNG yang berada di sebelah timur Mapolsek Keboncandi itu masih terlihat megah. Ya, bangunan dengan ciri khas arsitektur Belanda itu dulu merupakan kantor pemerintahan. Yaitu, kantor Kecamatan Gondangwetan sebelum pindah ke tempat baru sekarang.

Jawa Pos Radar Bromo mengunjunginya pada Jumat (18/3). Di sana, ada seorang penjaga bernama Suprapto. Dia mengaku sudah lebih dari 20 tahun menempati salah satu ruangan di bangunan kuno itu.

”Memang sudah tua. Tapi, bangunan itu tetap kokoh. Hanya catnya yang sedikit luntur dan mengelupas,” ungkap pria 71 tahun tersebut.

Di kawasan bangunan itu, ada tiga bagian gedung yang tetap berdiri kokoh. Bangunan utama, bangunan aula, serta dapur dan kamar mandi di sisi timur bagian belakang. Kondisi dapur dan kamar mandi sudah usang. Sedangkan bangunan utama dan aula masih terawat.

Menurut Suprapto, bangunan yang kini dimanfaatkan sebagai gudang oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan itu menyimpan sejarah. Baru pada 1960-an bangunan itu digunakan sebagai kantor kecamatan.

Sebelum itu, gedung tersebut merupakan rumah dinas petinggi perusahaan penggilingan tebu. Rumah dinas petinggi pabrik gula. Yang menempati waktu itu adalah orang Belanda. Setelah penghuninya pulang ke Belanda, barulah gedung itu dijadikan kantor kecamatan.



Bangunan kuno itu ditempati sebagai kantor kecamatan selama sekitar 41 tahunan. Waktu awal-awal jadi kantor, hanya ada sembilan orang dengan camat. Mereka menempatinya saat Gondangwetan masih sepi. Ruangan hanya ada beberapa. Yaitu, ruang tamu, ruangan camat, dua ruangan untuk staf, dan aula.

"Pegawainya sedikit. Hanya sembilan orang dengan Pak Camatnya," jelas Suprapto.

Dia bercerita, pernah ada kejadian pada 1980-an. Ada kejadian angin puting beliung yang cukup dasyat. Atap bangunan sampai porak-poranda. Bangunan itu dulunya tidak beratap genting, tetapi seng yang cukup berat. Tapi, meski berat, seng itu ternyata diterbangkan oleh angin hingga jatuh ke tempat yang jauh.

"Atapnya terbang hingga beberapa kilo. Sejak saat itu diganti genteng," tuturnya.

 

Diisi Perahu dan Panci sejak 2008

Suprapto menambahkan, kantor Kecamatan Gondangwetan yang baru pindah pada 2001. Tempatnya adalah bekas kantor kawedanan. Lokasinya ada di timur Puskesmas Gondangwetan. Sejak saat itu, hingga 2008 bangunan kuno itu tidak terpakai lagi. Kosong.

”Pernah kosong. Tapi, karena bupati waktu itu tidak ingin kosong, akhirnya dicari orang asli Gondangwetan untuk menjadi penjaga. Dipilihlah saya," ungkapnya.



Nah, baru pada 2008, bekas kantor kecamatan yang sudah tidak dipakai itu dimanfaatkan sebagai kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pasuruan. Namun, kantor bakesbangpol hanya bertahan 3 tahunan. Yaitu, pada 2011, bangunan Belanda tersebut digunakan untuk gudang BPBD.

"Di dalamnya isi panci, perahu, dan peralatan lain. Jadi, memang fungsinya gudang," tandasnya. (sid/far) Editor : Ronald Fernando
#dulu dan kini #gedung peninggalan belanda