Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Atmosfer Labil, Warga Pasuruan-Probolinggo Perlu Waspada, Masih Berpotensi Hujan

Fuad Alyzen • Senin, 15 Juni 2026 | 08:42 WIB
MENDUNG: Seorang warga melintas di pesisir Pantai Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. memasuki pancaroba, warga tetap diminta waspada karena masih berpotensi hujan. (RUDIANTO/JAWA POS RADAR BROMO)
MENDUNG: Seorang warga melintas di pesisir Pantai Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. memasuki pancaroba, warga tetap diminta waspada karena masih berpotensi hujan. (RUDIANTO/JAWA POS RADAR BROMO)

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Masyarakat di wilayah Probolinggo, Pasuruan, dan sekitarnya diminta tetap waspada terhadap potensi hujan. Berdasarkan analisis atmosfer yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, saat ini kondisi atmosfer di Jawa Timur cenderung tidak stabil, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.

Dari hasil pengamatan radiosonde yang dilakukan BMKG Juanda pada pukul 00.00 UTC, potensi hujan masih terdeteksi dengan intensitas bervariasi. Meski peluang terjadinya badai guntur atau thunderstorm tergolong lemah, kandungan uap air di atmosfer terpantau tinggi, sehingga cukup mendukung pembentukan awan hujan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Rendy Irawadi mengatakan, kondisi atmosfer yang labil menjadi faktor utama munculnya hujan di sejumlah wilayah Jawa Timur.

“Atmosfer saat ini cenderung tidak stabil dengan kandungan uap air yang cukup tinggi. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan, sehingga masyarakat masih perlu mewaspadai potensi hujan. Terutama pada siang hingga sore,” ujarnya.

Berdasarkan data BMKG, kandungan uap air atau precipitablewater mencapai 62,24 milimeter atau tergolong tinggi. Sementara itu, konektivitas atmosfer berada pada kategori sedang. Kondisi ini membuat peluang terbentuknya awan konvektif penyebab hujan masih cukup besar.

BMKG juga mencatat angin dominan bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 6 sampai 35 knot. Aliran angin turut membawa suplai uap air ke wilayah Jawa Timur, sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan.

Meski terdapat potensi thunderstorm, intensitasnya diperkirakan lemah. BMKG tidak mendeteksi adanya potensi petir signifikan maupun microburst pada periode pengamatan kali ini. Namun, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah.

Rendy mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini dari BMKG. Terutama bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat. Pantau informasi cuaca resmi BMKG sebagai langkah antisipasi,” jelasnya.

Dengan kondisi atmosfer yang masih labil, cuaca di wilayah Probolingo, Pasuruan, dan sekitarnya diperkirakan cenderung berawan. Dengan peluang hujan pada waktu-waktu tertentu. Warga diharapkan menyiapkan perlengkapan pendukung, seperti jas hujan maupun payung saat beraktivitas di luar rumah. (zen/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#bmkg #cuaca #Ekstrem #pasuruan #probolinggo