Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

BPBD Tangani Darurat Tanggul Sungai di Sukokerto yang Jebol, Masyarakat Harus Ikut Jaga Lingkungan

Agus Faiz Musleh • Selasa, 27 Januari 2026 | 10:52 WIB
PERLU PENANGANAN SEGERA: Tanggul yang jebol di Ssungai Sukokerto, Pajarakan.
PERLU PENANGANAN SEGERA: Tanggul yang jebol di Ssungai Sukokerto, Pajarakan.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat menindaklanjuti jebolnya tanggul sungai di Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan. Langkah cepat dilakukan untuk mencegah dampak banjir meluas hingga ke permukiman warga.

BPBD sudah mengidentifikasi teknis terhadap kerusakan tanggul sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat guna menentukan langkah penanganan darurat. 

Kalaksa BPBD Oemar Sjarief menjelaskan, kerusakan tanggul dipicu masuknya aliran air dari luar sungai melalui sejumlah lubang pada badan tanggul. Aliran air tersebut secara perlahan menggerus tanah sehingga menyebabkan erosi dan berujung pada longsornya tanggul.

“Dari hasil peninjauan awal, terdapat lubang-lubang yang menjadi jalur masuk air. Kondisi ini menggerus struktur tanah di dalam tanggul hingga akhirnya terjadi longsor dan jebol,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, BPBD bersama masyarakat setempat melakukan penanganan darurat dengan menutup lubang-lubang tersebut menggunakan material tanah. Penanganan sementara ini dilakukan untuk menahan laju kerusakan agar tidak semakin melebar.

“Kami menurunkan sekitar 20 personel untuk membantu penanganan manual di lapangan. Ini sifatnya darurat sambil menunggu penanganan lanjutan,” jelas Oemar.

Selain itu, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk penanganan permanen. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengusulkan pengerahan alat berat berupa ekscavator guna memperkuat kembali struktur tanggul yang rusak.

Oemar juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kelestarian dan keamanan tanggul sungai. Ia menyoroti masih ditemukannya pohon sengon dan tanaman keras lain yang tumbuh di atas tanggul. 

“Penanaman pohon keras di area tanggul sangat berisiko. Akar pohon bisa menimbulkan rongga di dalam tanah yang memudahkan air meresap dan mempercepat kerusakan tanggul,” tegasnya.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai, tidak menanam pohon keras di atas tanggul, serta bersedia menebang pohon yang berpotensi membahayakan struktur tanggul. 

“Kami akan terus mengawal proses penanganan hingga tanggul kembali aman dan kokoh. Ini bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi serta perlindungan keselamatan masyarakat,” pungkas Oemar (mu/fun) 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#bpbd #longsor #tanggul jebol