BANGIL, Radar Bromo-Keinginan tuan rumah Bangil FC untuk meraih juara grup B Piala Bupati Pasuruan Superleague 2025, gagal.
Ini setelah Ricko Hardiansyah CS, hanya mampu bermain imbang saat meladeni Sepakbola Serikat (SS) Purwodadi saat berlaga di Stadion R Soedarsono, Jumat (19/9) sore.
Jalannya laga antara kedua tim yang sudah lolos 8 besar ini juga menarik. Sejak menit awal, tim besutan Abdul Muntholib dan Edy Winarno ini, sama-sama saling menyerang.
Bahkan jual beli serangan terlihat sampai 30 menit jalannya pertandingan. Beberapa peluang sempat tercipta.
Hingga SS Purwodadi berhasil unggul lebih dahulu melalui Nevien Exel. Striker bertubuh jangkung ini berhasil mengecoh pemain belakang, sebelum melesakkan gol.
Unggul 1-0 membuat Bangil FC langsung meningkatkan tempo permainan. Namun upaya Ricko CS belum menuai hasil. Skor babak pertama berakhir 0-1 untuk keunggulan SS Purwodadi.
Di babak kedua, Bangil FC mulai sering menyerang lewat sektor sayap. Pemain tengah juga lebih mengawal Nofi Atmaja, kapten SS Purwodadi yang menjadi playmaker tim ini.
Upaya ini cukup efektif. Sebab di sekitar menit 55, Hanif Ramadhan berhasil menyamakan kedudukan.
Gelandang SS Purwodadi yang memperkuat timnas U-18 ini, berhasil masuk lewat sayap kiri. Tendangan terarahnya mampu mengecoh penjaga gawang SS Purwodadi. Skor menjadi 1-1.
Gol penyama kedudukan itu, juga merubah strategi SS Purwodadi. Edy Winarno sang pelatih mencoba bermain lebih terbuka.
Hasilnya, di sekitar menit ke 70, SS Purwodadi kembali berhasil unggul. Kali ini lewat kerjasama apik yang dituntaskan oleh Marcel. Skor berubah menjadi 1-2.
Upaya tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan diraih susah payah. Namun di sekitar penghujung babak kedua, pemain sayap mereka yang masih junior, Deco Saputra, berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-2 tak berubah. Bangil FC harus puas finish di peringkat kedua.
Setelah laga, pelatih SS Purwodadi Edy Winarno, tetap mengacungkan jempol untuk para pemainnya yang dinilainya penuh semangat.
“Pemain kami sebenarnya kelelahan setelah laga terakhir. Waktu istirahat cuma sebentar, tapi Alhamdulillah anak-anak mampu bermain tenang. Syukur kami sudah lolos ke babak 8 besar,” beber Edy Winarno.
Sementara pelatih Bangil FC Abdul Muntholib, juga terlihat gembira walau timnya harus finish di peringkat kedua.
“Anak-anak bermain rapi dan selanjutnya kami harus menatap laga 8 besar. Laga yang akan mempertandingkan tim-tim terbaik. Mudah-mudahan kami bisa menang terus,” beber Abdul Muntholib. (fun)
Editor : Fandi Armanto