Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Infrastruktur Maju, Warga Desa Sukorejo Kotaanyar di Probolinggo Rasakan Manfaat Program Pemerintah

Didik Purwanto • Kamis, 11 September 2025 | 03:33 WIB
MULUS: Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim (baju batik) bersama perangkat desa menunjukan jalan paving di dusun Krajan RT RW 13/3.
MULUS: Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim (baju batik) bersama perangkat desa menunjukan jalan paving di dusun Krajan RT RW 13/3.

Pemerintah Desa (Pemdes) Sukorejo, Kecamatan Kotaanyar, terus memacu pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan jumlah penduduk 3.762 jiwa yang tersebar di tiga dusun  yakni Komerian, Krajan, dan Karangasem (5 RW dan 26 RT), tahun ini sejumlah program prioritas berhasil direalisasikan.

TILIK saja di Dusun Krajan. Ada pembangunan jalan paving dilakukan di dua titik. Masing-masing sepanjang 350 meter dengan lebar 2,5 meter di RT 15/RW 3, serta 270 meter dengan lebar 3 meter di RT 13/RW 3.

Masih di dusun yang sama, juga dibangun pagar lingkungan sepanjang 140 meter dengan tinggi 1 meter di RT 14/RW 3. Sementara itu, Dusun Karangasem mendapatkan pavingisasi jalan sepanjang 136 meter dengan lebar 3,5 meter di RT 25/RW 5.

Tak hanya pembangunan infrastruktur jalan. Perhatian juga diberikan pada warga kurang mampu melalui program rumah tidak layak huni (RTLH). Tahun ini, tiga unit rumah direnovasi, masing-masing satu unit di Dusun Krajan RT 7/RW 2 dan dua unit di Dusun Komerian RT 4/RW 1.

LEBIH LAYAK: Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim (baju batik) didampingi Sekretaris Desa Ahmad Rofiki bersama penerima manfaat rehab rumah tak layak huni di Dusun Krajan RT RW 7/2.
LEBIH LAYAK: Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim (baju batik) didampingi Sekretaris Desa Ahmad Rofiki bersama penerima manfaat rehab rumah tak layak huni di Dusun Krajan RT RW 7/2.

Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim, menegaskan bahwa setiap pembangunan selalu diawali musyawarah desa. Ini agar keputusan yang disepakati menjadi landasan terbaik dalam pembangunan .

“Setiap musyawarah, tokoh masyarakat, BPD dan warga selalu kami libatkan dalam menentukan prioritas. Dengan begitu, pembangunan bisa lebih tertata dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, karena Pemdes berkomitmen melanjutkan pembangunan merata di seluruh wilayah, demi menciptakan desa yang lebih baik, maju, dan sejahtera,” ujarnya. (dik/fun)

Bikin Terobosan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

PEMERINTAH Desa Sukorejo juga menunjukkan perhatian serius terhadap sektor ketahanan pangan. Berbagai program dan terobosan diwujudkan demi meningkatkan hasil pertanian sekaligus kesejahteraan masyarakat.

KETAHANAN PANGAN: Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim (baju batik), Ketua BUMDes Swastika Karya Utama , Muhammad Zainul Fatah dan Sekretaris Desa Ahmad Rofiki, menunjukan salah satu sapi melalui progr
KETAHANAN PANGAN: Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim (baju batik), Ketua BUMDes Swastika Karya Utama , Muhammad Zainul Fatah dan Sekretaris Desa Ahmad Rofiki, menunjukan salah satu sapi melalui progr

Salah satunya melalui program penggemukan sapi yang memanfaatkan lahan sewa di Dusun Karangasem RT/RW 17/4. Langkah ini diharapkan mampu menambah pendapatan warga serta memperkuat ketahanan pangan hewani di desa.

KOPERASI: Camat Kotaanyar Hari Pribadi (pegang mik) besama Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim (baju batik), saat musyawarah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
KOPERASI: Camat Kotaanyar Hari Pribadi (pegang mik) besama Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim (baju batik), saat musyawarah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

“Selain itu, pemanfaatan tanah desa seluas 7 hektare juga menjadi perhatian. Lahan tersebut ditanami padi, jagung, tembakau, dan cabai. Hasil pengelolaan lahan tidak hanya memberikan keuntungan bagi masyarakat, tetapi juga masuk dalam pendapatan asli desa (PADes),” Kata Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim.

Tak hanya fokus pada hasil pertanian. Pemerintah desa juga memperhatikan sarana pendukung. Pembangunan saluran irigasi di Dusun Karangasem RT/RW 16/4 sepanjang 150 meter dengan lebar 40 meter menjadi salah satu buktinya.

KOMPAK: Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim dan Hj. Sumrati Ketua TP PKK  Desa Sukorejo (tengah) bersama seluruh perangkat desa.
KOMPAK: Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim dan Hj. Sumrati Ketua TP PKK Desa Sukorejo (tengah) bersama seluruh perangkat desa.

Upaya ini diperkuat dengan pembangunan sumur jaringan irigasi air tanah (JIAT) sedalam 100 meter yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sumur tersebut ditempatkan di tanah kas desa dan berfungsi sebagai penyedia air baku untuk lahan pertanian.

Dalam bidang kebersihan lingkungan, desa juga melakukan pengadaan tempat sampah dari bahan tempolong yang ditempatkan di setiap RT. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

“Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah desa berharap pembangunan ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan berjalan seimbang, sekaligus meningkatkan taraf hidup warga,” kata Kades Abdul Halim. (dik/fun)

Peduli Kesehatan hingga Pemberdayaan Warga

KEPEDULIAN terhadap kesejahteraan masyarakat juga menjadi focus pemdes Sukorejo. Berbagai program sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat dijalankan demi mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.

RINGANKAN BEBAN: Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim (baju batik) menyerahkan BLT DD kepada penerima manfaat.
RINGANKAN BEBAN: Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim (baju batik) menyerahkan BLT DD kepada penerima manfaat.

Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat kurang mampu, pemdes menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi warga yang membutuhkan.

Di bidang kesehatan, desa menganggarkan dana sebesar Rp309,5 juta untuk mendukung kegiatan posyandu. Anggaran ini menyasar 320 balita, 25 ibu hamil dan 100 lansia. Mereka mendapat perhatian lewat posyandu dan makanan tambahan bergizi dengan pengawasan langsung tenaga kesehatan dari puskesmas.

SEHAT: Petugas Kesehatan memberikan vaksin kepada seorang balita saat kegiatan Posyandu.
SEHAT: Petugas Kesehatan memberikan vaksin kepada seorang balita saat kegiatan Posyandu.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan derajat kesehatan. Tetapi juga menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas sejak usia dini. Selain itu, Sukorejo mengokohkan diri sebagai desa ramah perempuan dan peduli anak.

Melalui sosialisasi dan program pemberdayaan, desa ini mampu mempertahankan status sebagai desa mandiri sejak tahun 2023 hingga 2025.

Ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada perlindungan kelompok rentan.

Di sisi lain, pemdes juga menggagas Desa Tematik Hijau sebagai langkah mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.

Tahun ini, setiap rumah tangga direncanakan menerima bibit kelengkeng untuk ditanam di pekarangan. Program penghijauan ini diharapkan memberi manfaat ekonomi jangka panjang sekaligus menciptakan lingkungan yang asri.

MERIAH: Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim (pegang gunting) saat memotong pita pelaksanaan jalan sehat HUT Ke-80 RI bersama seluruh masyarakat Desa Sukorejo
MERIAH: Kepala Desa Sukorejo H. Abdul Halim (pegang gunting) saat memotong pita pelaksanaan jalan sehat HUT Ke-80 RI bersama seluruh masyarakat Desa Sukorejo

Dengan berbagai terobosan tersebut, Sukorejo bertekad melangkah lebih maju sebagai desa yang peduli, mandiri, dan berkelanjutan. “Kami berharap pembangunan desa ke depan semakin baik, lancar, dan lebih banyak menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” ujar Kepala Desa Sukorejo, H. Abdul Halim.

RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025

(dik/fun)

Editor : Fandi Armanto
#transparansi desa #Desa Sukorejo Kecamatan Kotaanyar