WINONGAN, Radar Bromo- Masyarakat di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan dihebohkan hilangnya seorang wanita lansia sejak Senin (19/5).
Wanita itu bernama Arti, 65, warga RT 1/RW 1, Dusun Karang Ploso, Desa Jaladri. Dia dinyatakan hilang sejak Senin (19/5).
Kabar hilangnya Arti bahkan sempat membuat warga, relawan kebencanaan hingga kepolisian ikut mencari.
Tak disangka, sehari setelahnya wanita ini akhirnya ditemukan. Ternyata dia menginap di pesarean Mbah Geseng di Desa Prodo.
Dia menginap lantaran kondisi badannya kurang enak. Padahal tim Tagana Kabupaten Pasuruan melakukan pencarian sampai pagi.
Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin mengatakan, wanita ini sudah ditemukan di Pesarean Mbah Geseng, Desa Prodo sekitar pukul 08.00.
Arti sengaja menginap lantaran kurang enak badan usai mengunjungi sawahnya.
“Saat ini sudah berada di rumahnya sendiri,” ujarnya.
Nanang menjelaskan, sebelum dikabarkan hilang, Arti memang setiap hari pergi ke sawahnya di Dusun Plalangan, Desa Prodo.
Dia kerap pulang dan pergi jalan jalan kaki lewat jalan setapak melalui Dusun Prodo. Namun Senin pagi hingga menjelang maghrib tidak pulang ke rumahnya.
Sore hari, ada warga yang melihat Arti pergi jalan kaki di Dusun Prodi ke selatan arah Desa Jeladri. Namun sampai larut malam tidak kabar.
Keluarganya pun panik karena khawatir terjadi apa-apa terhadap Arti. Kabar hilangnya Arti lalu menyebar. Perangkat desa setempat melaporkan berita itu ke Polsek Winongan.
“Tim Tagana Kabupaten Pasuruan sampai turun untuk melakukan pencarian di sekitar sawah Desa Prodo, itu berlangsung sampai Selasa pagi,” sampainya.
Selasa pagi itu, yang bersangkutan ditemukan di sawahnya sendiri. Pagi itu Arti belum pulang dan langsung menuju ke sawahnya.
Saat dimintai keterangan, Arti mengaku saat pulang dari sawahnya Senin kemarin, dia merasa tidak enak badan. Hingga Arti memutuskan untuk istirahat di Pesarean Mbah Geseng, Desa Prodo.
“Semalaman menginap di tempat tersebut (Pesarean Mbah Geseng),” katanya.
Saat ini Arti sudah di rumahnya. Dia dibawa pulang oleh warga yang menemukannya. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto