DRINGU, Radar Bromo-Teka-teki mayat yang ditemukan di Dusun Kedungbajul, Desa Kedungdalem, Dringu, Minggu (27/4) sore, akhirnya terpecahkan.
Korban diketahui berinisial AR, 39, warga Dringu. Diperkirakan dia sudah meninggal tiga hari lamanya, sebelum ditemukan di kebun jagung.
Indikasi kuat korban bunuh diri karena meminum obat hingga overdosis. Ini berdasarkan dari hasil pemeriksaan polisi.
Polisi sempat kesulitan mencari identitas korbam. “Bahkan temannya yang sering sama korban saja tidak mengenali bahwa itu temannya. Setelah diidentifikasi, baru keluar identitasnya,” kata Kapolsek Dringu, Iptu Anshori.
Setelah diketahui data diri korban, polisi langsung menghubungi keluarga korban. Saat dikonfirmasi, keluarga membenarkan bahwa jasad tersebut adalah anggota keluarganya.
Dari informasi yang didapat, korban diketahui memiliki masalah dengan istrinya hingga sang istri pulang ke rumahnya di Kota Probolinggo.
Sejak perselisihan itu, mereka tak berkontak. Sehingga saat tahu AR sudah meninggal, sang istri kaget.
“Ada selisih paham, jadi ibaratnya pisah rumah. Jadi, istrinya tidak tahu kalau itu jasad suaminya,” jelas kapolsek.
Lalu apakah benar karena bunuh diri? Untuk penyebab meninggalnya korban, kata Anshori, diduga akibat overdosis obat. Motifnya pun diketahui adalah bunuh diri.
Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui mengirim sebuah surat kepada sang anak.
Di surat itu, korban berpesan agar anaknya itu tumbuh menjadi anak baik, dan nurut pada ibunya. Korban meminta maaf kepada sang anak karena tak bisa menemani tumbuh kembangnya.
“Korban mengirim surat wasiat kepada istrinya untuk diberikan kepada anaknya,” katanya.
Atas kejadian itu, keluarga enggan jasad korban diotopsi. Sehingga, korban langsung dibawa pulang ke rumah duka pada Senin (27/4) pagi untuk dimakamkan.
Berdasarkan visum luar juga tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pernyataan serupa juga disampaikan kepala desa, tempat korban berdomisili. Kades mengatakan bahwa korban diduga mengalami masalah finansial. Sehingga itu juga yang menyebabkan korban dan keluarganya sempat berselisih sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa di sebuah lading jagung. “Katanya memang ada selisih dengan keluarga, masalah finansial,” terangnya.
Sebelumnya, mayat AR ditemukan di Dusun Kedungbajul, Desa Kedungdalem, Minggu (27/4) sore.
Menurut Kepala Desa Kedungdalem, Sumartono, orang yang pertama kali menemukan jenazah korban adalah salah seorang warga yang hendak mencari rumput.
Laporan itu langsung diteruskan ke Polsek Dringu, anggota Polsek Dringu yang mendapat laporan penemuan mayat langsung menuju TKP untuk melakukan proses evakuasi.
Jenazah korban langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati untuk proses identifikasi. (ran/fun)
Editor : Abdul Wahid