Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tembok Penahan Tanah yang Ambrol di Jalan raya Leces Dibenahi, Klaim Bangunan Lebih Kuat

Inayah Maharani • Jumat, 25 April 2025 | 15:20 WIB

 

 

Istimewa  LEBIH KUAT: Pekerja sedang melakukan perbaikan TPT di Jalan raya Leces. Bangunan ini sempat ambrol setelah digunakan parkir truk bertonase berat.
Istimewa LEBIH KUAT: Pekerja sedang melakukan perbaikan TPT di Jalan raya Leces. Bangunan ini sempat ambrol setelah digunakan parkir truk bertonase berat.

TEGALSIWALAN, Radar Bromo-Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jalan raya Leces, sempat ambrol setelah ada truk parker beberapa waktu lalu. Tembok yang ambrol itu sudah dibenahi.

Perbaikan TPT yang berlokasi di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan tersebut dibangun lebih kokoh. Ini untuk menghindari kejadian berulang.

Pengawas Jalan PPK 1.3 Provinsi Jawa Timur, Ahmad Riyanto mengatakan bahwa ketebalan fondasi dan cor pada bangunan TPT ditambah. Sebelumnya, ketebalan batu fondasi hanya 30 sentimeter, kini ditambah menjadi 40 sentimeter. Ketebalan cor dulunya adalah 20 sentimeter, ditambah menjadi 30 sentimeter.  “Kami buat dua kali lebih kokoh lah, dibanding yang sebelumnya,” katanya.

Meski begitu, kata Yanto, panggilannya pihaknya mengimbau agar tak ada lagi truk yang parkir di bahu jalan.

Selain berbahaya bagi pengendara lain juga dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan jalan.

Terbukti, belum ada setahun bangunan tersebut sudah ambrol karena sering dipakai parkir oleh truk dengan tonase besar.

LEBIH KUAT: Pekerja sedang melakukan perbaikan TPT di Jalan raya Leces. Bangunan ini sempat ambrol setelah digunakan parkir truk bertonase berat.
LEBIH KUAT: Pekerja sedang melakukan perbaikan TPT di Jalan raya Leces. Bangunan ini sempat ambrol setelah digunakan parkir truk bertonase berat.

“Walau sudah dibangun lagi dan dibuat tebal, jangan dipakai parkir lagi karena akan membuat bangunan tidak awet,” lanjutnya.

Perbaikan TPT tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pengemudi atau perusahaan truk yang parkir yang membuat ambrol.

Karena tidak ada yang bertanggung jawab, akhirnya perbaikan dilakukan oleh rekanan yang dulu mengerjakan proyek tersebut yaitu CV Rajendra.  Sebab memang masih dalam masa pemeliharaan.

“Kami coba lobi CV-nya. Awalnya sulit karena ada penyebabnya, karena truk parkir. Sedangkan truknya tidak tahu milik siapa,” jelasnya. (mg/fun)

Editor : Abdul Wahid
#ambrol #plengsengan #infrasktruktur