PROBOLINGGO, Radar Bromo - Kota Probolinggo patut berbangga. Salah satu atlet balap motornya, Hafizd Fahril Rasyadan, 17, akan berlaga di ajang FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025.
Remaja yang akrab dipanggil Rasya ini bahkan sudah dikontrak oleh tim Filipina yakni 4S1M EVO Yamaha Racing Team untuk mempersiapkan diri menghadapi ajang tersebut.
Ayahnya, Imron Hamzah mengatakan bahwa Rasya dikontrak selama setahun.
“Dalam setahun tersebut ia akan mengikuti enam seri dalam ajang FIM ARRC 2025. Tapi nanti ketika podium tetap membawa nama negara tiap pebalapnya. Otomatis kalau Rasya ya Indonesia,” katanya.
Round pertama, Rasya akan bertanding di Chang International Circuit, Thailand pada Jumat (25/4) sampai Minggu (27/4).
Kemudian round kedua di Petronas Sepang International Circuit pada Jumat (30/5) hingga Minggu (1/6).
Lalu round ketiga di Mobility Resort Motegi Jepang pada Jumat (11/7) hingga Minggu (13/7).
Round keempat di Pertamina Mandalika Internasional Circuit Indonesia pada Jumat (29/8) hingga Minggu (31/8).
“Sementara round lima masih akan diumumkan menyusul. Lalu round keenam kembali ke Chang International Circuit Thailand pada Jumat (5/12) hingga Minggu (7/12),” kata Imron.
Imron mengatakan, sebelum mengikuti pertandingan tersebut, Rasya akan sering melakukan latihan di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Sama seperti yang saat ini ia lakukan hingga 2 minggu ke depan.
“Setelah latihan usai, dia akan pulang ke Probolinggo dulu. Baru kemudian berangkan untuk ikut ajang lombanya,” katanya.
Meski saat ini Rasya masih duduk di bangku sekolah, Imron mengaku anaknya tak terganggu dengan kegiatan lomba ini.
Sebab Rasya masih akan pulang ke Indonesia dan berlatih di dalam negeri. “Baru kalau ada jadwal tanding, dia akan berangkat ke luar negeri,” katanya.
Pada ajang FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025, Rasya akan berlaga di nomor Underbone 150 CC Tune Up.
Imron cukup optimistis anak pertamanya yang tahun lalu berhasil menjadi juara umum di Novis 2 tak di salah satu ajang di Surabaya tersebut mampu menunjukkan prestasinya di ajang internasional.
“Target kami masuk 3 besar. Meski lawan Rasya nantinya memiliki usia di atasnya. Sebab ini kelas bebas, kemungkinan usia 20 an ke atas. Tapi kami tetap yakin Rasya mampu,” ujar pria yang berdomisili di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo ini.
Tak jarang Imron memotivasi Rasya dengan sebagai bentuk penguatan mental. Ia mengatakan bahwa manusia memiliki kekuatan yang sama bila mau belajar.
“Insyaallah bisa berhasil. Kalau ingin berhasil ya harus kejar dan belajar,” kata Imron.
Imron mengatakan bahwa Rasya kini tengah berfokus pada latihan fisik. Setelah sebelumnya sempat kendor, kini ia dilatih fisik dengan cara berlari dan besepeda.
“Latihan fisiknya menggunakan road bike alias roda balap,” tutupnya.
Sementara Ketua KONI Kota Probolinggo terpilih, Zulfikar Imawan mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi keberhasilan tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa KONI Kota Probolinggo memfasilitasi penggunaan sirkuit mini di GOR Mastrip untuk latihan rutin 3 kali seminggu.
“Selain itu, Rasya juga nantinya akan kami ikutkan dalam Porprov. Target dari IMI bisa membawa pulang 4 emas. Yakni dari 2 perorangan dan 2 beregu. Semoga ini dapat tercapai,” tuturnya. (gus/fun)
Editor : Abdul Wahid