KREJENGAN, Radar Bromo - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo Senin (10/3) sore mengakibatkan lima desa terendam banjir.
Desa-desa yang terdampak adalah Desa Opo-Opo, Desa Kamalkuning, Desa Jatiurip, Desa Krejengan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Krejengan.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, ketinggian air rata-rata mencapai pinggang orang dewasa.
Namun, kondisi terparah terjadi di Desa Jatiurip dan Desa Tanjungsari, di mana beberapa titik bahkan terendam hingga setinggi dada orang dewasa.
Nanang Fadlil, salah seorang warga Desa Jatiurip, menyebut bahwa banjir ini terjadi akibat luapan Sungai Kali Banger di Desa Opo-Opo. Ia mengaku heran karena kejadian seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.
"Sebelumnya tidak pernah begini. Entah kenapa bisa sampai banjir seperti ini," ujarnya.
Banjir ini menyebabkan ratusan rumah warga terdampak. Bahkan banyak dari ternak warga yang kabur dari kandang akibat banjir.
Tidak hanya rumah warga, Pondok Pesantren Daarut Tauhid di Desa Tanjungsari juga ikut tergenang air dengan ketinggian mencapai dada orang dewasa.
Akibatnya, satu santri harus dievakuasi ke Puskesmas Krejengan karena mengalami kedinginan.
"Satu santri kami evakuasi ke puskesmas karena kedinginan. Sampai menggigil," kata Ipda Fajar, anggota Polsek Krejengan yang turut melakukan evakuasi.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menyampaikan bahwa pihaknya telah turun ke lokasi untuk memantau situasi serta mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan.
"Kami masih fokus melakukan evakuasi, utamanya di wilayah yang airnya tinggi," ujarnya.
Hingga saat ini, petugas masih berupaya mengatasi dampak banjir dan memastikan keselamatan warga terdampak.
Debit air terus meningkat seiring luapan air yang tidak menyurut. Banjir juga mulai mengganggu aktivitas warga. (mu/fun)
Editor : Fandi Armanto