PROBOLINGGO, Radar Bromo-Musyawarah olahraga kota (Musorkot) yang digelar KONI Kota Probolinggo sudah berakhir. Zulfikar Imawan keluar sebagai pemenang dalam pemilihan ketua induk olahraga tersebut.
Zulfikar akan memimpin untuk periode 2025-2029. Setelah terpilih sebagai Ketua KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan langsung tancap gas menata organisasi dan menyusun strategi demi kemajuan olahraga di Kota Mangga.
Pria yang akrab disapa Iwan ini, siap menghadapi tantangan besar. Termasuk persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
Langkah pertama yang akan dilakukan Iwan adalah menyelesaikan finalisasi struktur organisasi.
Ia menargetkan dalam satu pekan ke depan, susunan kepengurusan yang baru harus rampung agar bisa segera bergerak.
Tak hanya itu, Iwan menegaskan pentingnya merangkul seluruh cabang olahraga (cabor) untuk membangun solidaritas dan sinergi. Ia menyadari bahwa kunci sukses KONI adalah kekompakan antara pengurus dan cabor.
"Apa yang menjadi harapan dan kebutuhan cabor akan kami upayakan bersama. Kekompakan adalah modal utama untuk meningkatkan kinerja dan prestasi olahraga di Kota Probolinggo," ujar Iwan dengan optimistis.
Menjelang Porprov Jawa Timur 2025 di Malang Raya, Iwan tak ingin sekadar berpartisipasi. Ia siap bekerja keras untuk menaikkan peringkat Kota Probolinggo, sesuai dengan target yang telah dipatok oleh Wali Kota Probolinggo.
Sebelumnya, dr Aminuddin selaku wali kota Probolinggo, pernah menghadiri acara pra musorkot.
Saat itu dia berharap, ketua KONI yang baru bisa mengangkat prestasi olahraga Kota Probolinggo.
Ini sesuai harapan cabor-cabor yang berkeinginan dalam Porprov Jatim 2025, Kota Probolinggo bisa naik peringkat dari 24 ke peringkat 15 besar.
Sementara, kurun empat kali pelaksanaan Porprov Jatim, Kota Probolinggo tak pernah masuk ke 20 besar. Paling bagus berada di peringkat ke 23. (lihar grafis)
Sadar akan target besar, sejumlah program telah disiapkan. Antara lain evaluasi dan pembinaan prestasi untuk melihat potensi dan kelemahan yang perlu diperbaiki, tes parameter dan uji coba bagi cabor unggulan yang berpotensi meraih medali emas, dan mendatangkan pelatih berstandar nasional guna meningkatkan kemampuan atlet.
Dalam visinya, Iwan ingin menjadikan Kota Probolinggo sebagai kota penghasil atlet-atlet berprestasi. Untuk mencapai itu, ia menekankan tiga pilar utama yang menjadi fondasi KONI.
Pertama, memperkuat hubungan antara atlet, pelatih, dan sarana prasarana. Kedua, membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan mendukung prestasi. Ketiga, menjadikan event olahraga sebagai daya tarik pariwisata daerah.
Bagaimana dengan kepengurusan di dalam tubuh KONI? Menjawab isu pengelolaan anggaran KONI di periode sebelumnya, Iwan menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam pengelolaan keuangan sebelumnya. Namun, ia berkomitmen untuk membuat sistem yang lebih transparan dan berbasis evaluasi prestasi.
"Setiap anggaran akan kami sesuaikan dengan kebutuhan cabor. Saya akan duduk bersama pengurus dan cabor untuk membahas pembagian anggaran secara adil dan proporsional," katanya.
Iwan juga menjawab saat ditanya soal rencana Kota Probolinggo mengajukan diri sebagai tuan rumah Porprov Jawa Timur 2027. Iwan menilai peluang tersebut tetap terbuka.
Namun, ia menekankan bahwa kesiapan sarana dan prasarana harus menjadi perhatian utama.
"Kami harus melihat apakah fasilitas olahraga di Kota Probolinggo sudah mampu mengakomodasi seluruh cabor yang dipertandingkan. Ini perlu dibahas lebih lanjut dengan Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo sebagai tuan rumah bersama," pungkasnya. (gus/fun)
Editor : Abdul Wahid