PURWOSARI, Radar Bromo-warga sekitar tentu masih tidak percaya atas tewasnya Supriadi. Selama ini warga mengenal korban memang bekerja buka bengkel di rumahnya. Menjadi tukang servis aki, las dan tambal ban.
Di dalam rumah dan bengkel tersebut, korban tinggal seorang diri. Korban masih bujangan. Sebelumnya, tinggal berdua bersama ibunya. Sekitar tiga bulan terakhir, ibu korban meninggal dunia karena sakit.
“Korban ini masih bujangan atau belum menikah. Juga jarang keluar rumah. Tiap harinya sibuk dengan aktifitasnya buka bengkel di rumahnya,” kata Moh. Samsul Arifin, 35, ketua RT setempat.
Selain jarang keluar rumah, Arifin sapaan akrabnya menuturkan, korban jarang bergaul dengan warga lainnya. Sehingga warga sekitar menyebutnya sebagai pribadi pendiam.
“Terakhir ketemu korban Sabtu kemarin (18/1), datang kerumah saya untuk bayar rekening air HIPPAM. Itu saja yang kami ketahui dari korban selama ini,” tuturnya.
Terpisah, Kades Bakalan Abdulloh mengaku, dia masih memiliki hubungan saudara dengan korban.
Sebenarnya korban memiliki dua saudara kandung, namun tempat tinggalnya berbeda.
“Kakak dan adiknya korban masih ada. Kakanya tinggal di Desa Sekarmojo dan adiknya tinggal di Desa Bakalan. Selama ini korban juga tidak pernah mengeluh sakit. Kalaupun ada, keluhannya hanya linu di kaki saja,” bebernya saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di warung kopi tak jauh dari TKP.
Abdulloh yang saat itu bersama anggota reskrim dari Polsek Purwosari menambahkan, jasad korban dimakamkan kemarin (21/1), sekitar pukul 09.00 di pemakaman keluarga, berada di Dusun Sukoanyar, Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari.
“Beberapa hari sebelum korban meninggal, ngebet ingin segera menikah. Karena selama ini belum menikah atau masih membujang. Sosoknya pendiam dan jarang bicara. Selama ini punya musuh ataukah tidak, kami tidak tahu persis terkait itu,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penemuan mayat di dalam rumah di Jalan Boro Kelurahan/Kecamatan Purwosari, bikin heboh.
Supriadi, 52, sebagai pemilik rumah dan bengkel, tewas karena dibunuh, pada Senin (20./1) siang. Beberapa barangnya hilang. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid