Suasana seram dan kumuh yang biasanya melekat pada sebuah makam kini tidak lagi terlihat di area makam China di Dusun Magersari, Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati. Berkat inisiatif warga, makam disulap menjadi tempat yang penuh warna dan ramai dikunjungi karena menjadi area bermain dan tempat bersantai masyarakat.
INNEKE AGUSTIN, Grati, Radar Bromo
SEBELUMNYA, di lokasi makam penuh dengan sampah. Kerap muncul bau tak sedap. Kondisinya kurang terawat.
Tapi semuanya berubah saat peringatan HUT RI ke-79. Ketika itu warga yang tergabung dalam Komunitas Lingkungan Bersih (Liber), bekerja bakti membersihkan makam.
Ketua Komunitas Liber, Wagito, 51, mengatakan bahwa inisiatif ini muncul karena keprihatinan warga terhadap kondisi makam yang sering dijadikan tempat pembuangan sampah. “Akhirnya, kami berinisiatif untuk membersihkannya,” tutur Wagito.
Setelah area makam dibersihkan, warga mengecat ulang makam-makam tersebut dengan kapur putih.
Namun, tampilan putih ini hanya bertahan sebentar karena warga kemudian ingin sesuatu yang lebih unik dan menarik.
Mereka berinisiatif mengecat makam dengan warna-warna cerah, setelah terlebih dahulu meminta izin kepada keluarga pemilik makam.
“Syukurlah kami mendapat izin, bahkan beberapa keluarga memberikan dukungan dana yang kami gunakan untuk membeli cat,” ujar Wagito.
Komunitas Liber yang kini beranggotakan 26 orang dengan berbagai keahlian ini, saling bahu-membahu dalam proyek ini.
Ada yang bisa mengelas, melukis, dan ada pula yang ahli di bidang konstruksi ringan.
Meskipun anggota komunitas turut serta dalam pengecatan, mereka tetap meminta bantuan tukang profesional untuk mengecat sekitar 50 makam. Hasilnya memukau.
Makam-makam tersebut kini tampak berwarna-warni memberikan kesan ceria dan ramah bagi siapa pun yang melihatnya.
Selain mengecat makam, Komunitas Liber juga menambahkan berbagai fasilitas permainan.
Seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan perosotan. Bantuan fasilitas ini didapat dari berbagai pihak.
Mulai dari perusahaan yang menyumbang melalui proposal, pemerintah desa, hingga hasil swadaya warga sendiri.
Bahkan, warga memanfaatkan barang-barang bekas dan benda daur ulang. Seperti ban, untuk dibuat menjadi tempat duduk dan kursi yang menarik.
Wagito menyampaikan bahwa Komunitas Liber tidak akan berhenti di sini. Ke depannya, mereka berencana menambahkan lapangan olahraga seperti voli, futsal, dan basket di bagian belakang makam.
Harapannya lokasi ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi. Tetapi juga bisa berkembang menjadi sentra kuliner yang dapat menarik lebih banyak pengunjung.
“Dengan adanya kegiatan positif seperti ini, kami berharap area ini bisa menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk hal-hal yang bermanfaat,” jelas Wagito.
Ketua RW 03 Dusun Magersari, Asnawi, turut mengapresiasi upaya warga dalam merombak area makam ini.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya lokasi tersebut sangat kumuh akibat banyaknya sampah yang dibuang sembarangan.
Namun setelah dilakukan perombakan, area tersebut berubah menjadi bersih dan rapi.
“Sekarang, masyarakat dengan sukarela menjaga kebersihan di sini dengan menyapu area makam dan memastikan tidak ada sampah yang berserakan,” kata Asnawi.
Asnawi menambahkan bahwa lokasi ini biasanya mulai ramai dikunjungi anak-anak sepulang sekolah hingga malam hari.
Ia berharap fasilitas di lokasi ini terus bertambah, seperti mainan outbond dan wahana lainnya.
Selain itu, ia mendukung rencana Komunitas Liber untuk menjadikan area ini sebagai sentra UMKM.
Terutama saat Ramadhan, agar bisa menjadi tempat ngabuburit dan lokasi bagi warga sekitar untuk berjualan takjil.
“Dengan adanya lokasi ini, lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar bisa terbuka. Terutama di momen-momen tertentu,” ujarnya.
Tak sekedar merubah warna-warni dengan cat dan melengkapi fasilitas dengan mainan. Keamanan juga turut diperhatikan. Kata Asnawi, area makam ini dilengkapi dengan kamera CCTV yang terpantau setiap saat.
“Dengan adanya CCTV yang bisa diakses lewat handphone, Insyaallah tempat ini aman dan terpantau,” tambahnya.
Transformasi makam China ini menjadi bukti nyata bahwa dengan gotong-royong dan kreativitas. area yang dulunya seram dan kotor bisa disulap menjadi tempat yang menyenangkan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kini, makam ini bukan lagi hanya tempat yang penuh kesan menyeramkan tetapi menjadi ruang publik yang penuh warna, mengundang tawa, dan menghadirkan kebahagiaan bagi siapa saja yang datang. (fun)
Editor : Abdul Wahid