PASURUAN, Radar Bromo - Proyek fisik trotoar di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Kebonsari belum juga digarap. Padahal megaproyek senilai Rp 10 miliar dari APBD itu bakal digarap selama enam bulan.
Sejauh ini masih tahap lelang. Semestinya, agar fisik itu tidak terlambat, akhir Juni sudah harus mulai pengerjaan. Sementara saat ini sudah masuk Mei dan proses lelang sedang berjalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Gustap Purwoko menyebut Jalan Wahid Hasyim memang belum dikerjakan. Sebab proses lelangnya belum selesai.
Saat ini, pihak bagian layanan pengadaan (BLP) kota Pasuruan masih melakukan tahap evaluasi pada penawaran yang masuk. Selanjutnya, bisa ditentukan pemenang dalam lelang itu.
“Masih proses lelang. Saat ini tahap evaluasi. Karena itu proyek fisik jalan Wahid Hasyim masih belum digarap,” katanya.
Sesuai detail engineering design (DED), megaproyek ini tidak hanya merehab trotoar di sisi barat dan timur.
Namun juga melakukan perbaikan pada ruas jalan ini, mulai dari selatan alun alun hingga simpang penjara.
Dalam perencanaan juga diketahui jika proyek ini digarap dalam enam bulan dan harus rampung akhir Desember. Karena itu, secara hitungan matematis, pengerjaannya harus dimulai paling lambat Juni.
Namun ia meyakini tahapannya sesuai dengan rencana. Proses evaluasi hingga tanda tangan kontrak tidak akan membutuhkan waktu lama. Gustap menargetkan paling lama satu bulan.
“Nanti bisa kami ingatkan pada pelaksana agar tidak terlambat. Pengaspalan dan perbaikan trotoar tidak akan butuh waktu lama,” tutur Gustap. (riz/fun)
Editor : Jawanto Arifin