Aksesoris kian beragam. Bukan hanya kacamata, tas atau topi, seseorang bisa menggunakan belt sebagai pelengkap untuk mempermanis penampilan. Salah satu jenis sabuk yang bisa dijaidikan sebagai aksesoris adalah obi belt.
OBI BELT merupakan ikat pinggang yang terbuat dari kain. Dulunya digunakan sebagai sabuk bagi wanita Jepang saat memakai kimono. Saat ini, obi belt bentuk banyak telah dimodifikasi, sehingga bisa digunakan untuk berbagai outfit.
Salah satu pengguna obi belt, Lailatus Zahro, 22. Ia mengatakan, obi belt terbuat dari bahan katun dan denim. Ada yang polos dan bermotif. Motifnya beragam, mulai jumputan hingga bunga.
Ia menggunakan obi belt bergantung pakaiannya. Jika pakaiannya polos, bisa menggunakan obi belt motif atau polos. Jika pakaiannya penuh corak, sebaiknya pilih yang polos. “Biar kontras. Jadi bagus. Cuma kalau saya lebih suka yang polos, karena bisa masuk ke semua outfit," katanya.
Lala menyebutkan, obi belt multifungsi. Bisa dipakai untuk look formal dan kasual. Sehingga, bisa dipakai dalam semua acara. Bagi tipe cewek berbahu lebar, obi belt bisa membentuk badan. “Mau dipakai sama yang badannya ramping, agak berisi, ataupun kurus, tetap oke. Karena obi belt masuk di semua outfit,” katanya.
Meski bisa masuk ke semua outfit, namun outfit yang digunakan bersama aksesoris ini tetap harus diperhatikan. Sehingga, look yang dihasilkan bisa terlihat menarik.
Perempuan kelahiran November 2000 ini mengau, tidak melulu memakai kemeja atau tunik. Kadang juga memakai atasan, berupa kaus saat menggunakan obi belt. Namun, item bawahan tetap harus diperhatikan.
Karena kaus itu item yang sangat dasar, maka perlu bawahan yang menarik. Misalnya, memaakai celana model scuba. Agar item yang dipakai tidak terlalu dasar, bisa memakai kemeja yang dipadukan dengan kulot.
“Kemeja dan kulot dipadukan dengan obi belt sudah paling oke. Karena simpel namun itemnya tidak terlalu dasar sekali,” ujar lulusan SMAN 2 Probolinggo ini.
Menurutnya, obi belt bisa dicuci pakai. Biasanya ia memakai item ini sebanyak tiga kali sebelum dicuci. Alasannya, tidak langsung menempel di badan, sehingga tidak kena keringat.
Cara mencucinya bisa dilakukan seperti mencuci pakaian biasa. Namun, sebaiknya tidak dikeringkan di bawah matahari langsung. Lebih bagus dianginkan di bawah atap dengan jenis sun roof. “Lebib bagus disetrika agar hasilnya lebih rapi. Lalu dilipat,” ujar mahasiswa STIA Bayuangga Probolinggo ini. (riz/rud)
Editor : Ronald Fernando