KRAKSAAN, Radar Bromo– Berbagai macam cara memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia. Di kampung-kampung masih banyak lomba yang digelar. Tak terkecuali di RW 6 Kelurahan Semampir. Warga menggelar lomba yang cukup aneh yakni memancing di got atau saluran air.
Lomba yang digelar Sabtu (19/8) malam itu menyedot animo masyarakat. Bagi panitia, lomba ini sejatinya memberikan pesan tersendiri. Lomba mancing lele ini menandakan bahwa warga sudah merdeka dari genangan air hujan penyebab banjir.
Lokasi got yang digunakan panjangnya 30 meter yang berada di depan rumah warga. Got tersebut merupakan lokasi langganan terjadinya genangan air cukup parah ketika musim hujan. Penyebabnya ditengarai karena drainase tak mampu menampung air hujan dikarenakan dipenuhi dengan endapan dan sampah.
“Kami sangat mengapresiasi panitia yang berhasil menyulap drainase yang awalnya penuh endapan lumpur dan sampah, menjadi drainase bersih dan terawat,” Kata Lurah Semampir, Kraksaan, Khozaymi Hadi.
Lomba bertajuk adu skill mancing lele ini memiliki dampak sosial yang positif bagi warga. Supaya kedepannya warga lebih peka dan inisiatif terhadap kondisi lingkungannya.
Pihaknya optimistis dampak luapan air hujan yang acapkali dikeluhkan warganya itu akan jauh berkurang, jika drainase ini selalu terjaga kebersihannya dan normal secara fungsinya. “Harapannya, warga dapat menangkap pesan moral ini. Kalau perlu lomba mancing ini jangan hanya diadakan satu tahun sekali, tetapi satu bulan sekali,” bebernya.
Sepanjang lomba, suasana berlangsung sangat seru. Dengan posisi berhadapan dan saling berhimpitan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pemancing. Baik pemancing berpegalaman atau pemancing dadakan.
Bagi yang sudah berpengalaman dalam hal memancing ikan lele yang terkenal, lomba ini menjadi ajang adu skill memancing. Ada yang merapal japa mantra, bahkan ada yang harus ditemani istrinya di sepanjang sesi perlombaan.
“Akhirnya saya bisa bernostalgia, dulu waktu muda mancing adalah hobi utama saya,” kata salah seorang peserta, Sugeng Romadhoni. (mu/fun)
Editor : Ronald Fernando