PANDAAN, Radar Bromo–Kabupaten Pasuruan selama ini jadi salah satu daerah penghasil tanaman anggrek atau orchids di Jawa Timur. Budi daya anggrek itu bisa ditemukan di Prigen, Pandaan, Bangil, Gempol, Purwosari, Purwodadi, hingga Tutur.
Belakangan, peminat anggrek kian naik. “Beberapa tahun terakhir trennya (penjualan anggrek) cukup bagus, kian menggeliat,” ujar Syamsul Arifin, ketua DPC Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Pasuruan Raya.
Di Kabupaten Pasuruan, petani pembudi daya anggrek ada sekitar 75 orang. Mereka membudidayakan sekaligus menjualnya langsung.
Anggrek dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan sendiri disebut memiliki kelebihan masing-masing. Varietasnya mencapai ribuan jenis. Anggrek dari Pasuruan juga dijelaskan rutin ikut pameran dan kontes yang digelar di sejumlah wilayah.
“Anggrek ini tanaman hias. Banyak disukai orang. Peminat dan pecintanya juga banyak. Karena memiliki banyak varietas, serta keindahan bunga yang beragam,” terang Syamsul saat ditemui di sela–sela Pasuruan Orchids Fest 2023 di Taman Dayu, Pandaan.
Anggrek asal Pasuruan sendiri dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia. Mulai Sumatera hingga Papua. “Sekarang masih merintis ekspor. Karena prospek trennya bagus, omzet didapat masing-masing petani mulai jutaan hingga ratusan juta,” jelas Ekaning, pembudi daya anggrek asal Kecamatan Sukorejo. (zal/mie)
Editor : Ronald Fernando