MEMERINGATI Hari Krida Pertanian (HKP) ke-51 Tahun 2023, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Probolinggo menggelar Gelar Potensi Produk Unggulan Daerah dan Olahan Hasil Pertanian. Selasa (18/7), kegiatan ini digelar di halaman kantor DPK3.
Dalam kegiatan bertema; Dengan Semangat Hari Krida Pertanian ke-51 Tahun 2023 Penguatan Potensi dan Daya Saing Komoditi Lokal serta Pertanian Maju untuk Mewujudkan Petani Sejahtera, itu digelar beragam kegiatan. Di antaranya, Gelar Potensi Produk Unggulan Daerah. Diikuti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) perwakilan masing-masing kecamatan di Kota Probolinggo.
Ada juga lomba olahan pertanian. Pesertanya, Kelompok Tani Wanita se-Kota Probolinggo hingga lomba yelyel masing-masing Gapoktan. Dalam kesempatan ini, juga ada penyerahan secara simbolis penerima manfaat program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 3.652 petani.
Sebagai acara pemungkas, peserta mendapat sosialisasi tentang penumbuhan penangkar benih tanaman bersertifikat sebagai penguatan potensi dan daya saing komoditas lokal. Narasumbernya berasal dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.
Wali Kota Probolinggo Dr. Habib Hadi Zainal Abidin S.Pd., M.M., M.HP. dalam sambutannya mengatakan, sektor pertanian mempunyai peranan strategis. Menurutnya, Kota Probolinggo menyimpan banyak potensi produk unggulan di bidang pertanian. Baik tanaman pangan maupun hortikultura. Swasembada pangan, khususnya di Kota Probolinggo, akan tercapai bila produksi komoditas pangan tersebut optimal.
Produk unggulan hasil pertanian Kota Probolinggo sudah tak diragukan lagi. Salah satunya bawang merah. Ciri khas bawang merah Kota Probolinggo, selain warnanya merah, rasanya pedas bila dibandingkan dengan bawang merah daerah lain. Ketika digoreng juga renyah. Bahkan, kini bawang merah Kota Probolinggo telah disulap menjadi berbagai produk. Seperti tepung bawang hingga bawang goreng kemasan.
Tak hanya itu, hasil pertanian unggulan Kota Probolinggo lainnya juga ada jagung. Produksinya telah melebihi kebutuhan masyarakat. Jagung diolah menjadi berbagai produk olahan. Salah satunya sebagai camilan marning.
Bahkan, pengiriman ke luar daerah jumlahnya mencapai belasan ton tiap bulannya. Baik yang matang maupun yang mentah dengan berbagai varian rasa. Untuk buah dan sayur, ada mangga arumanis dan mangga manalagi, serta berbagai tanaman buah dan sayur lain.
Menurut Wali Kota, gelar potensi produk unggulan daerah dan olahan hasil pertanian adalah upaya pemerintah untuk mengangkat citra hasil pertanian petani di Kota Probolinggo. “Harapannya, muncul potensi produk pertanian berikut olahannya untuk kemudian dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi para pelaku usaha tani,” katanya.
Tak salah, bila orang nomor satu di Kota Probolinggo ini berpesan agar petani Kota Probolinggo terus semangat menambah pengetahuan dan wawasannya. Serta, mau berusaha mencoba teknologi pertanian, sehingga pembangunan pertanian lebih maju lagi. Hingga akhirnya, standar hidup masyarakat ikut meningkat.
“Inilah pentingnya kerja sama dan kemitraan, baik pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Kemitraan diperlukan untuk menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Melalui pendanaan yang memadai, akses ke pasar yang adil, dan pengembangan kebijakan petani serta pelaku usaha pertanian,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga menyampaikan 3.652 petani di Kota Probolinggo sudah diikutkan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sebagai perlindungan kepada petani apabila terjadi kecelakaan kerja atau kematian.
Menurutnya, langkah ini sebagai salah satu bentuk dukungan pemkot untuk kesejahteraan petani di Kota Probolinggo. “Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kelompok tani, kelompok wanita tani, dan gapoktan yang telah bekerja keras mewujudkan keberhasilan pertanian di Kota Probolinggo,” ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan HKP ke-51 kali ini dapat memberikan semangat dan motivasi kuat bagi masyarakat dan petani Kota Probolinggo dalam mengembangkan potensi dan produk unggulan daerah di sektor pertanian.
Terpisah, Kepala DKP3 Kota Probolingo Ir. Aries Santoso, M.M. mengatakan, tujuan penyelenggaraan kegiatan untuk menggali potensi produk unggulan Kota Probolinggo. Khususnya sektor pertanian. Serta, untuk memacu petani agar dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing komoditas pertanian.
“Utamanya tanaman pangan dan hortikultura, melalui perbaikan kualitas produk serta upaya memperpanjang umur simpannya. Dan, mendukung ketahanan pangan melalui penggalian potensi produk pangan dan olahan komoditas lokal,” katanya.
PARA JUARA
Lomba Gelar Potensi Produk Unggulan Daerah Tingkat Kota Probolinggo
- Juara I Gapoktan Wono Asih, Kecamatan Wonoasih
- Juara II Gapoktan Al Barokah, Kecamatan Kanigaran
- Juara III Gapoktan Demang Jaya, Kecamatan Kademangan
- Harapan 1 Gapoktan Sido Muncul, Kecamatan Mayangan
- Harapan 2 Gapoktan Permata Indah, Kecamatan Kedopok
- Juara Favorit Gapoktan Wono Asih, Kecamatan Wonoasih
Pemenang Lomba Yelyel Gapoktan Terbaik
- Gapoktan Sido Muncul, Kecamatan Mayangan
Lomba Olahan Pangan Kelompok Wanita Tani se-Kota Probolinggo
- Kategori Makanan/Olahan Basah
Juara I Mekar Jawa, Ketapang, Kademangan
- Kategori Makanan/Olahan Kering
Juara I El Wardah, Curahgrinting, Kademangan
- Kategori Minuman
Juara I Mekar Jaya, Ketapang, Kademangan
Juara Favorit, Sekar Melati, Kebonsari Wetan, Kanigaran
(el/adv)
Editor : Ronald Fernando