PASURUAN, Radar Bromo - Pembangunan payung Madinah tahap kedua mulai berjalan. Akhir tahun nanti, jumlah ikon kolosal di kawasan wisata religi tersebut ditargetkan genap berjumlah 12 unit.
Dalam tahap lelang, proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 17 miliar kali ini dimenangkan PT. Dwi Unggul Abadi. Dalam proyek tahap pertama tahun lalu, proyek dikerjakan oleh PT. Detiga Inti Teknik Sinergi. Sedangkan PT. Dwi Unggul Abadi hanya menggarap instalasi payung yang digerakkan dengan mesin hidrolik itu.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan Akung Novajanto mengatakan, saat ini proyek sedang dalam tahap persiapan. Lokasi proyek sudah disterilkan. Pekerja juga mulai membongkar jalan. Proyek itu ditargetkan selama enam bulan sejak Juli hingga Desember.
”Kami juga sudah izin sekaligus sosialisasi ke takmir masjid, karena proyek ini akan berlangsung enam bulan,” kata Akung.
Dalam pekan pertama proyek itu, kata Akung, dilakukan pengerukan aspal secara bertahap. Mengingat, pengerjaan payung juga akan berlangsung di dua sisi. Pertama, disisi selatan yang akan ditambah empat unit payung. Kemudian disisi utara ditambah dua unit.
”Tiang pancang kami gunakan yang hidrolik, tanpa tumbukan, jadi langsung dibenamkan,” ujarnya.
Dia mengatakan, pemasangan tiang pancang hidrolik akan jauh lebih cepat. Bahkan bisa memangkas waktu. Akung memperkirakan hanya dalam waktu dua sampai empat hari sudah selesai. Sedangkan tahun lalu, tiang pancang dibangun secara manual. Sehingga memakan waktu dua sampai tiga pekan.
”Insyaallah setelah pembersihan langsung didatangkan tiang pancangnya,” ungkap dia.
Disisi lain, Akung juga menyebut pengerjaan payung hidrolik sudah berjalan di workshop milik pelaksana. Diharapkan Agustus nanti proses pemancangan sudah selesai. Sehingga payung bisa dipasang. ”Jadi hari ini pun pengerjaan payung sudah berjalan di pabrikan,” bebernya. (tom/fun)
Editor : Jawanto Arifin