GENDING, Radar Bromo – Agenda mencari kerang empat warga Dusun Ketapang, Desa Liprak Kulon, Banyuanyar, berubah menjadi tragedi. Saat mencari kerang Senin (10/7) malam di muara Bujel di Dusun Tambak, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, mendadak keempatnya tersapu arus. Satu di antaranya tewas.
Korban nahas yang tewas itu adalah Budianto, 66. Sementara tiga lainnya berhasil selamat, setelah berenang melawan arus.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden ini bermula saat korban bersama tiga orang kerabatnya yakni Mahmud, 50, dan anaknya yang masih berusia 13 tahun, serta Salim, 30, mencari kerang sekitar pukul 14.30.
Mereka sudah terbiasa mencari kerang bersama-sama mencari di Muara Bujel sisi sebelah selatan.
Karena merasa hasil perolehan kerang belum banyak, Mahmud kemudian menyebrang ke sisi muara sebelah utara dengan menggendong anaknya. Disusul oleh Salim dan korban yang juga menyebrang dengan cara berenang.
Saat itulah petaka terjadi. Ketika belum sampai pada ujung muara di pertengahan muara, Budianto meminta tolong karena tidak kuat berenang.
Sementara Salim yang saat itu persis berada di depan korban tidak berani menolong. Sebab saat itu arus cukup kuat dan membuat dirinya juga tidak kuat berenang. Namun Salim tetap berusaha menepi ke ujung sebelah utara muara.
Sesampainya di tepi muara sebelah utara, Mahmud dan Salim mengatur nafas. Kemudian menunggu korban yang saat itu masih menyeberang. Akan tetapi korban yang sebelumnya masih terlihat di tengah muara sudah tidak terlihat lagi.
“Sebelumnya korban memang bersama rekannya mencari kerang bersama-sama. Saat menyeberangi muara itulah korban tidak kuat dan diduga terseret oleh arus,” kata Kapolsek Gending Iptu Ludi Triono saat dikonfirmasi Selasa (11/7).
Mahmud dan Salim panik. Dia lalu menceritakan kejadian tersebut sekaligus meminta tolong pada warga. Warga spontan melakukan pencarian terhadap Budianto. Penyisiran secara manual tepi muara pun dilakukan secara bergotong royong.
Sayang pencarian tidak membuatkan hasil. Hingga akhirnya warga melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Gending.
“Kami medapat laporan langsung mendatangi TKP. Bersama-sama melakukan pencarian. Hingga pukul 17.30 diputuskan pencarian sementara dihentikan karena hari sudah mulai gelap,” bebernya.
Dengan pertimbangan air laut yang mulai surut, sekitar pukul 20.30 pencarian kembali dilanjutkan. Kali ini pencarian dibantu oleh Polairud Polres Probolinggo dan BPBD.
Karena keterbatasan jarak pandang membuat pencarian tidak hanya dilakukan dengan penyisiran. Tetapi memasang jaring ikan milik warga pada ujung muara. Dengan harapan korban masuk dalam jaring saat terbawa arus.
Rupanya upaya yang dilakukan membuahkan hasil. Korban masuk jaring. Sayang kondisinya sudah tak bernyawa. Korban terjaring 30 meter dari posisi terakhir sebelum hanyut.
“Jenazah korban tersangkut jaring di ujung muara sekitar pukul 21.00. Jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Gending,” ucapnya.
Jenazah korban lalu dperiksa tenaga medis. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban.
Polisi menyarankan agar dilakukan otopsi. Namun pihak keluarga menolak dan meminta jenazah untuk segera dibawa pulang untuk dimakamkan.
“Pihak keluarga menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menganggap sebuah musibah. Jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka oleh Kepala Desa Liprak Kulon bersama keluarga,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Ronald Fernando