Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemkot Probolinggo Tingkatkan Kapasitas Koperasi melalui Modernisasi Koperasi

Evelyn Ridhayanti • Selasa, 11 Juli 2023 | 13:00 WIB

 

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin ingin koperasi di Kota Probolinggo segera bertransformasi menjadi koperasi yang modern. Baik dalam hal organisasi hingga tata kelola dengan penerapan IT.
Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin ingin koperasi di Kota Probolinggo segera bertransformasi menjadi koperasi yang modern. Baik dalam hal organisasi hingga tata kelola dengan penerapan IT.

PERAN koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian nasional harus terus ditingkatkan. Salah satunya melalui modernisasi koperasi. Langkah ini harus dilakukan karena koperasi wajib beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Karena itu, Pemkot Probolinggo melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUMP) mengundang 45 pengelola dan pengurus koperasi dalam kegiatan “Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Koperasi melalui Modernisasi Koperasi di Kota Probolinggo.”

Acara ini digelar di Ruang Pertemuan Ombass Cafe and Resto Jalan Dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, selama 3 hari. Mulai Senin-Rabu (10-12/7). Para peserta merupakan perwakilan dari pengelola maupun pengurus koperasi berbadan hukum aktif di Kota Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo Dr. Habib Hadi Zainal Abidin S.Pd., M.M., M.HP. menegaskan, Surat Edaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI Nomor 15/2021 tentang pengembangan koperasi modern, mengisyaratkan bahwa modernisasi koperasi harus memenuhi empat pilar. Di antaranya, pilar kelembagaan, pilar usaha, pilar keuangan, dan pilar pengawasan.

Penguatan materi tentang koperasi modern juga disampaikan sejumlah narasumber dari Widyaiswara UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.
Penguatan materi tentang koperasi modern juga disampaikan sejumlah narasumber dari Widyaiswara UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.

“Pemkot melalui DKUMP terus melakukan pembinaan, advice perkembangan ke arah digitalisasi modern. Ini merupakan bentuk komitmen Pemkot, sekaligus evaluasi terhadap koperasi di Kota Probolinggo,” ujarnya ketika membuka pendidikan dan pelatihan.

Ia berharap semua bisa dan siap memahami regulasi. Menurutnya, keberadaan koperasi sangat penting. “Jangan sampai terjadi mis atau kesalahan dalam pengelolaan koperasi. Kami tidak ingin ada koperasi yang bermasalah,” ujarnya.

Wali Kota Habib Hadi pun berharap koperasi di kota Probolinggo segera berbenah, bertransformasi menjadi koperasi modern. ini menginginkan koperasi di Kota Probolinggo segera berbenah. Bertransformasi menjadi koperasi modern. Baik dalam hal organisasi hingga tata kelola dengan penerapan teknologi informasi yang mengikuti perkembangan zaman.

“Kalau pilar-pilar tersebut menjadi lebih baik, maka integritas ini menjadi dasar kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. Koperasi di Kota Probolinggo harus bisa berinovasi. Melakukan terobosan, berkolaborasi, dan harus bisa menggandeng semua anggotanya untuk saling menguatkan. Khususnya bagi pelaku usaha mikro dan menengah,” jelasnya.

Selama 3 hari, Pemkot Probolinggo melalui DKUP mengundang 45 pengelola dan pengurus koperasi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Koperasi melalui Modernisasi Koperasi.
Selama 3 hari, Pemkot Probolinggo melalui DKUP mengundang 45 pengelola dan pengurus koperasi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Koperasi melalui Modernisasi Koperasi.

Senada dengan Wali Kota, Kepala DKUMP Kota Probolinggo Ir. Fitriawati, M.M. mengatakan, langkah memodernisasi koperasi tak lain untuk merebut kembali kepercayaan anggota koperasi.

“Kalau semuanya sudah digital, laporan keuangan pun bisa diakses anggota koperasi dari mana saja dan kapan saja, transparan. Tentu tidak menimbulkan kecurigaan. Sebab, ada akuntabilitas di sini. Koperasi bisa jalan dengan baik kalau ada kepercayaan para anggotanya. Setelah modernisasi koperasi, satu hal yang harus segera dilaksanakan adalah digitalisasi koperasi. Sekarang kan eranya sudah ke sana,” ujarnya.

Perlu diingat, kata Ir. Fitri, koperasi tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam. Pemkot melalui DKUMP tengah mendorong koperasi agar juga bisa bergerak di berbagai bidang usaha produktif lainnya.

“Selain aktif membesarkan koperasi, para anggota koperasi sekarang juga memiliki keinginan menjadi pelaku UKM. Pelaku UKM ini kami lakukan pembinaan, sehingga produk yang dihasilkan, kemasan, hingga pemasarannya secara digital atas nama koperasi. Kami berharap peranan koperasi sebagai tonggak perekonomian nasional dengan meningkatkan kemakmuran keluarga dapat dengan mudah terwujud,” harapnya.

Selain Wali Kota, selama tiga hari pendidikan dan pelatihan ini juga ada tiga narasumber lain dari Widyaiswara UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Di antaranya, Mario Dwi Putra Lesmana. Ia menyampaikan tentang mengenal koperasi multipihak, modernisasi kelembagaan koperasi, restrukturisasi kelembagaan melalui amalgasi, hingga pemekaran usaha.

Ada pula Hotma Silalahi yang mengulas tentang modernisasi organisasi koperasi (RAT, daftar anggota, rekrutmen anggota) hingga strategi pemasaran digital untuk koperasi. Serta, Muhammad Sulton Aminudin, yang mengulas tentang inovasi kerja sama koperasi. (el/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#pemkot probolinggo #modernisasi koperasi