KRAKSAAN, Radar Bromo–Satu jamaah haji asal Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo dilaporkan hilang. Jemaah haji itu diketahui bernama Niron. Ia diketahui hilang, tepat setelah melempar jumrah aqobah pada Kamis (29/6) di Mina. Setelah itu, dia terpisah dengan rombongannya dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
Kasi Pelaksana Haji dan Umrah (PHU) di Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Taufik mengatakan, saat ini petugas haji sedang mencari Niron. “Inggih (iya hilang). Setelah jumrah aqobah di Mina beliau pulang ke tenda. Saat pulang itulah, beliau terpisah dari rombongan,” katannya.
Terhitung sampai Kamis (6/7), Niron telah hilang selama delapan hari. Pencarian sulit dilakukan. Sebab, yang bersangkutan tak membawa gawai untuk alat komunikasi. “Bapak Niron hilang dengan gelang identitas yang dipakai,” lanjutnya.
Niron sendiri merupakan jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo yang masuk kloter 65. Ia berangkat haji bersama istrinya.
Dengan kejadian ini, Kemenag saat ini terus mencari Niron. Kemenag terus berkoordinasi dengan petugas haji di Makkah untuk menemukan Niron. “Kami terus koordinasikan dengan petugas di sana. Petugas juga terus mencari Bapak Niron. Semoga lekas ditemukan,” ujarnya.
Sementara itu, seorang jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo yang enggan disebut namanya menyampaikan, sampai Kamis (6/7) sore, Niron belum juga ditemukan. Pencarian pada Niron mengalami kesulitan karena yang bersangkutan tidak membawa HP.
“Informasinya, beliau tidak membawa HP. Jadi pencariannya sulit. Beliau hilang saat mau ke tenda. Awalnya pamit sama istrinya mau ke kamar mandi. Mau diantar, tapi beliau menolak. Akhirnya beliau ke kamar mandi sendirian. Sejak saat itu hilang,” ujarnya
Diketahui, ada 786 haji Kabupaten Probolinggo yang berangkat pada Kamis (15/6). Mereka tergabung dalam kloter 64 dan 65. Rencananya, mereka akan tiba ke tanah air pada Jumat (28/7). (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi