BANGIL, Radar Bromo - Jangkauan desa/kelurahan tangguh bencana di Kabupaten Pasuruan terus diperluas. Hal ini seiring dengan adanya penambahan desa ataupun kelurahan tangguh bencana di Kabupaten Pasuruan.
Terbaru, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil, ditetapkan sebagai kelurahan tangguh bencana. Bahkan, menjadi satu-satunya kelurahan tangguh bencana di Kabupaten Pasuruan.
Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Pasuruan Diano VF Santoso mengungkapkan, penambahan demi penambahan desa ataupun kelurahan tangguh bencana dibutuhkan. Tujuannya, untuk memudahkan mitigasi bencana atau membangun kesiapsiagaan ketika bencana terjadi.
“Keberadaan desa ataupun kelurahan tangguh bencana diharapkan bisa mencegah dampak lebih besar akan risiko bencana itu sendiri. Jadi, ada antisipasi yang dilakukan. Sehingga, tidak memicu kerugian lebih besar,” sampainya di sela-sela pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana di Kalianyar, Kecamatan Bangil, Selasa (4/7).
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris menjelaskan, upaya untuk memperbanyak desa dan kelurahan tangguh bencana memang tengah dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi risiko dampak bencana.
Sebab, masyarakat tidak lagi bergerak mandiri. Tetapi, lebih berkelompok dalam penanganan bencana. “Ada yang bertugas untuk mengevakuasi, ada pula yang kebagian tugas lainnya. Jadi, mereka dilatih dalam menghadapi suatu bencana. Sehingga, risiko dampak kerugian dari bencana itu, bisa diminimalisasi,” jelas Harris, sapaannya.
Harris menambahkan, saat ini baru ada sebanyak 19 desa tangguh bencana di Kabupaten Pasuruan. Ditambah satu kelurahan tangguh bencana. Yakni, di Kalianyar, Kecamatan Bangil.
Ia mengancang-ancang untuk terus menciptakan desa ataupun kelurahan bencana. Setidaknya, bisa 84 desa/kelurahan. “Tapi, tidak bisa serta merta. Karena berkaitan dengan anggaran. Untuk tahun ini, kami targetkan tiga wilayah. Selain di Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil, satu di antaranya di Baledono, Kecamatan Tosari yang sudah diwujudkan dan satu lagi di Kedawung Wetan, Kecamatan Grati,” bebernya.
Dikatakan Harris, setiap desa ataupun kelurahan memang memiliki risiko bencana berbeda. Dari pemetaan BPBD, ada 43 desa/kelurahan yang rentan terjadinya bencana banjir. Puluhan desa/kelurahan itu, tersebar di sebelas kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Yakni, Kecamatan Gempol, Beji, Bangil, Kraton, Pohjentrek, Rejoso, Grati, Winongan, Nguling, Gondangwetan, dan Rembang.
Selain itu, ada 51 desa yang rentan terjadinya longsor. Tersebar di tujuh kecamatan, yakni wilayah Kecamatan Gempol, Lumbang, Prigen, Purwosari, Puspo, Tosari, dan Tutur. “Total saat ini, ada 20 desa/kelurahan tangguh bencana. Kami upayakan, jumlah itu terus akan bertambah,” ungkapnya. (one/mie)
Editor : Jawanto Arifin