PRIGEN, Radar Bromo– Jauh-jauh dari Tangerang, LA, 21, sebenarnya ingin merubah nasib. Dia tertarik untuk menjadi pemandu lagu di kawasan Tretes. Namun saat dia tiba di Tretes, orang yang menjanjikannya bekerja, justru ingkar karena mengetahui LA datang bersama anaknya. LA pun sempat terlantar semalaman. Sebelum akhirnya pulang, setelah dibelikan tiket bus oleh petugas kepolisian.
LA yang berasal asal Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, sebenarnya datang setelah dia berkenalan dengan seseorang di sosial media. Kenalannya itu menjanjikan bisa mempekerjakan LA sebagai pemandu lagu. Singkatnya, LA berangkat Minggu (2/7) naik travel.
LA tidak sendirian. Dia juga mengajak Gol, putranya masih balita dan berusia 10 bulan. Dia tiba Lingkungan Watuadem, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen pada Senin (3/7) sekitar pukul 16.00. Dia lalu menuju villa, sesuai alamat yang diberikan kenalannya.
Alih-alih diterima bekerja. Sesampainya di villa di Watuadem, LA bertemu dua orang laki-laki tidak dikenali olehnya. Nah, laki-laki itu justru menyuruhnya pulang.
“Sampai di Watuadem, bertemu dan ngobrol dengan orang di villa. Saya tidak diterima kerja sebagai LC, langsung di suruh pulang. Karena tahu saya bawa anak balita, juga punya suami atau berumah tangga,” cetus LA, ditemui koran ini di ruang istirahat dalam kantor Terminal Pandaan kemarin (4/7).
Begitu disuruh kembali pulang, ia dan putranya kembali naik travel yang sama. Tapi ternyata dia malah di turunkan di depan Cimory, Prigen.
“Semula biaya travelnya di janjikan ditanggung sepenuhnya Cece, orang yang saya kenal di FB. Eh, ternyata belum dan menjadi tanggungan saya. Lalu, sama sopir travelnya di turunkan di depan Cimory Prigen,” ungkapnya.
Mengetahui LA seorang diri membawa sejumlah barang bawaan dan mengendong balita, membuat salah seorang satpam dari Cimory, iba. Satpam tersebut lalu mengantarkan LA ke Mapolsek Prigen yang jaraknya sekitar 300 meter saja.
Sesampainya di Polsek Prigen, LA lapor ke petugas yang piket depan. Di hadapan petugas, LA menuturkan tidak punya ongkos dan ingin balik ke kampung halamannya di Kota Tangerang. Dia juga bercerita tentang ketertarikannya bekerja menjadi pemandu lagi, tapi justru ditolak.
“Dari Polsek Prigen, saya dibuatkan surat izin jalan atau perjalanan untuk naik bus karena kehabisan ongkos. Kemudian malam hari diantar petugas ke Poslantas Polsek Pandaan. Paginya saya ke Terminal Pandaan ini untuk naik bus pulang,” ujarnya.
Mengingat sudah malam dan tidak ada bus AKAP yang berangkat dari Terminal Pandaan, LA dan putranya tidur di ruang kosong yang ada di Poslantas Polsek Pandaan.
“Saya sempat terlantar semalam. Untung dibantu petugas dari Polsek Prigen dan Poslantas Pandaan. Juga petugas dari Terminal Pandaan, akhirnya bisa balik pulang ke Tangerang,” tuturnya saat ditemui di Terminal Pandaan.
Petugas Polsek Prigen iba melihat LA. Sehingga LA pun diberi dapat bantuan uang dari petugas Poslantas Polsek Pandaan dan staf Terminal Pandaan.
“Tiketnya untuk naik bus AKAP, dibayarkan petugas dari Polsek Prigen. Uang pemberian Rp 300 ribu dari petutas terminal dan lantas Polsek Pandaan, saya pakai buat keperluan di perjalanan pulang,” ujarnya dengan muka sedih.
Akhirnya, Selasa sekitar pukul 16.15, LA dan putranya yang masih balita, naik bus AKAP dari exit gerbang Tol Pandaan di simpang empat Taman Dayu, Desa Karangjati. Dia diantar petugas reskrim dari Polsek Prigen dan petugas tiket penjualan bus.
Cerita LA dibenarkan Kapolsek Prigen AKP Sugiyanto. Kapolsek bercerita, LA dan putranya datang ke Mapolsek Prigen. Kemudian petugas piket jaga malam itu, membuatkan surat izin jalan atau perjalanan untuk naik bus karena kehabisan ongkos.
“Ke petugas yang piket, LA ini kehabisan ongkos dan ingin balik pulang kembali kerumahnya. Itu saja yang disampaikan ke petugas yang piket,” tuturnya.
Keesokan harinya, setelah dapat info dari Jawa Pos Radar Bromo, Kapolsek memerintahkan anggota buser untuk mendatangi LC dan putranya. Kapolsek memerintahkan agar anggotanya menyelesaikan tiket bus untuk kepulangannya ke Tangerang.
“Tahu ceritanya seperti itu, saat LA sudah di Terminal Pandaan dan mau balik ke Tangerang kami bantu proes kepulangannya. Kasihan anaknya masih kecil, biar tidak terlantar,” ungkapnya.
Apakah insiden LA ada motif lain seperti ada indikasi human traficking? Soal itu, kapolsek menyebutkan dalam proses lidik. (zal/fun)
Editor : Ronald Fernando