PANDAAN, Radar Bromo - Kawasan Jawa Timur termasuk Pasuruan dan Probolinggo saat ini masuk musim kemarau. Meski begitu, sepekan ke depan cuaca di dua wilayah setempat cenderung berawan dan berpotensi hujan.
“Untuk Pasuruan dan Probolinggo, dalam sepekan ke depan cuacanya secara umum cerah berawan dan berawan,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Pasuruan Rully Oktavia.
Dengan kondisi cuaca cerah berawan dan berawan, membuat kawasan setempat berpotensi adanya hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi itu dalam musim kemarau termasuk hal yang lumrah.
“Faktornya terdapat belokan angin di wilayah tersebut. Serta, nilai kelembapan yang tinggi,” tutur Rully.
Suhu udara rata-rata di wilayah Jawa Timur secara umum, berkisar antara 25–28 derajat Celsius. “Suhu maksimumnya bisa mencapai 33-34 derajat Celsius. Sedangkan, suhu minimumnya mencapai 19-24 derajat Celsius,” jelasnya.
BPBD Imbau Tetap Waspada Bencana
Anomali cuaca terjadi beberapa hari terakhir di Kabupaten Pasuruan. Awalnya panas, tiba-tiba mendung dan turun hujan, disertai angin kencang. Kondisi itu sudah dua hari terakhir terjadi di sejumlah wilayah barat kabupaten.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan pun memberikan peringatan. Sebab, cuaca yang tak menentu tersebut rentan terjadinya bencana.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengungkapkan, anomali cuaca tersebut berlangsung sejak Minggu (2/7). Kondisi tersebut, diproyeksikan tidak lama. “Ada anomali cuaca. Akhirnya memengaruhi cuaca yang harusnya panas karena kemarau, mendadak turun hujan,” tandasnya.
Kondisi tersebut disebut dipengaruhi adanya gumpalan awan. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, anomali cuaca itu berisiko terjadinya bencana.
Sebab, cuaca yang tak menentu tersebut, diiringi dengan angin kencang. “Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada. Karena ada angin kecang yang menyertai anomali cuaca ini,” sambung dia.
Meski begitu, kondisi tersebut diproyeksikan tak akan lama. “Meski begitu, kami tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada perubahan cuaca yang tiba-tiba,” timpalnya. (zal/one/mie)
Editor : Jawanto Arifin