PASURUAN, Radar Bromo - Hari Raya Idul Adha lima hari lalu membawa berkah tersendiri bagi para pengepul kulit hewan kurban. Selama hari raya, mereka bisa mendapatkan belasan ton kulit sapi dan ribuan lembar kulit kambing. Omzet mereka pun naik 30-50 persen.
Seperti yang dirasakan Muhammad Hilmi, 49. Pengepul yang tinggal di Jalan Kolonel Sugiyono, RT 02/RW 1 Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, ini mengaku seperti ketiban rezeki. Sebab, hanya dalam sehari ia bisa memperoleh setoran kulit yang sangat banyak. Untuk kulit kambing saja jumlahnya seribuan lembar. Sedangkan kulit sapi sampai 15 ton.
“Jumlah itu merupakan hitungan untuk hari pertama Idul Adha saja. Biasanya penyembelihan hewan kurban terbanyak ya di hari pertama,” terang Hilmi.
Menurutnya, perolehan kulit hewan tahun ini lebih banyak dibandingkan Idul Adha tahun lalu. Sebab, tahun 2022 bersamaan dengan merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi.
Harga kulit sapi dan kambing ini berbeda. Kulit sapi per kilogram Rp 7.000 – Rp 8.000. Sedangkan kulit kambing dihitung per lembar. Per lembar kulit kambing gibas ia hargai Rp 30 ribu sampai Rp 32 ribu. Sedangkan kulit kambing kacangan harganya lebih rendah. Kisaran Rp 22 ribu per lembar.
“Sebagian besar kulit-kulit itu kami dapatkan dari setoran para mitra atau agen pengumpul kulit hewan yang ada di kota dan sebagian di Kabupaten Pasuruan. Selain itu, kami juga sudah punyak banyak langganan yang setor jualnya ke sini,” kata pria yang mengaku menjalankan bisnis keluarga tersebut sejak tiga generasi yang lalu.
Kulit-kulit hewan yang diterima itu langsung diawetkan dengan metode penggaraman. Selanjutnya, disimpan di gudang sembari menunggu dijual. Penjualan kulit sapi dan kambing miliknya ini juga sudah meluas. Rata-rata ke luar daerah. Sebagian pemesannya adalah industri-industri kulit yang ada di Malang dan Magetan.
“Oleh pemesan, kulit-kulit hewan ini akan diolah lagi. Seperti kulit sapi untuk jok mobil, jaket, hingga tas. Kalau kulit kambing umumnya diolah menjadi sarung tangan,” pungkasnya.
Momen Idul Adha tak hanya menuai berkah bagi pengepul besar seperti Muhammad Hilmi. Para agen maupun pengecer kulit hewan pun tak ketinggalan meraup keuntungan.
Seperti Abdul Halim, 51. Agen kulit asal Kelurahan/Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, ini mengaku mendapatkan omzet lipat dua. Pada hari pertama Idul Adha saja ia mendapatkan kulit sapi dan kambing sampai ratusan lembar. Semuanya dia setor ke pengepul yang sudah menjadi langgannya.
“Alhamdulillah untuk hari pertama saja dapatnya sampai ratusan lembar,’ tuturnya.
Menurutnya, kulit hewan itu tidak sama. Tergantung pada kualitas kulit. Kulit dalam kondisi bagus akan dihargai lebih mahal dibandingkan dengan kulit yang robek atau afkir. (ube/hn)
Editor : Jawanto Arifin