PASURUAN, Radar Bromo - Tiga remaja pengendara motor di Kota Pasuruan, harus dilarikan ke rumah sakit. Minggu (2/7) dini hari, mereka menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang diduga dampak balap liar. Kecelakaan terjadi di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan.
Insiden itu terjadi pukul 01.30. Saat itu, seorang remaja bernisial NM, 16, warga Kelurahan Kebonsari, Kota Pasuruan, mengendara sepeda motor bernopol N 3670 PUT. Ia melaju kencang dari selatan. Sesampai di lokasi kejadian, menabrak motor bernopol N 6968 XV di depan yang melaju searah.
Motor itu dikemudikan remaja berinisial MA, 18, warga Kelurahan Trajeng, Kota Pasuruan. Ia memboncengkan rekannya, remaja berinisial AR, 17, warga Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Usai tabrakan, tiga remaja ini tergeletak di Jalan Panglima Sudirman. Diduga, NM ngebut karena balapan. Salah seorang saksi, Hadi Afandy mengatakan, biasanya balapan mengambil titik start di Jembatan Margo Utomo atau utara Kantor Kecamatan Purworejo. Lalu, finis di depan Bank Mandiri Jalan Panglima Sudirman.
Minggu (2/7), sekitar pukul 01.30, terjadi kecelakaan. Sejumlah motor tergeletak bersama pengemudinya. Entah itu pengendara lain atau sesama pembalap, ia tak berani memastikan.
Karena terjadi setelah ada aksi balap liar. “Jatuhnya di depan Bank Mandiri,” ujar Ketua RT 1 Kelurahan Purworejo ini.
Setelah ada yang terjatuh, sejumlah rekan korban segera merapat. Mereka mengevakuasi para korban menggunakan motor. Para korban dibonceng.
“Waktu itu (Minggu dini hari) ada sejumlah motor terjatuh di depan Bank Mandiri. Sebelumnya mereka melakukan aksi balap liar. Lalu terjatuh,” ujar Hadi.
Adanya kecelakaan ini dibenarkan oleh Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Prasetyo. Menurutnya, para korban terluka dan mendapatkan perawatan di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. “Semuanya mengalami luka ringan. Dan, sedang penanganan medis,” jelasnya.
Humas RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Luciana mengatakan, kondisi pasien sudah stabil. Saat ditanya petugas jaga, yang bersangkutan berdialog menggunakan bahasa Madura. “Masih dalam perawatan. Namun, kondisinya sudah stabil,” ujarnya. (zen/rud)
Editor : Jawanto Arifin