DRINGU, Radar Bromo – Langkah Dinas Perhubungan dengan menempatkan petugas di perlintasan sebidang, efektif. Terbukti selama cuti bersama lalu, nihil kecelakaan yang terjadi. Upaya ini akan terus dilakukan saat ada libur panjang atau saat volume kendaraan mengalami peningkatan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Taupik Alami mengatakan, evaluasi dilakukan setelah petugas melakukan penjagaan di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Rupanya upaya ini dapat membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api. Pasalnya petugas akan berjaga saat masuk jadwal kereta melintas.
"Penyiagaan petugas pada perlintasan sebidang ini sudah dilakukan dua kali. Yakni liburan panjang saat Idul Fitri dan libur cuti bersama Idul Adha. Hasilnya nihil laka kereta api," katanya.
Dengan demikian, dishub akan menerjunkan petugasnya untuk melakukan penjagaan perlintasan sebidang. Petugas bersiaga saat masuk jadwal kereta melintas. Petugas juga memantau dan mengantisipasi warga agar tidak sembarangan melintas.
Petugas yang piket juga turut membantu mengatur lalu lintas. Pasalnya saat libur panjang volume kendaraan mengalami peningkatan pada pagi dan sore hari. Karena itulah perlu disiagakan petugas. Agar kondisi lalu lintas terkontrol dan menjadi lebih lancar.
"Nantinya jika ada libur panjang, kami upayakan petugas bersiaga. Kami lakukan semata-mata untuk keselamatan masyarakat," tuturnya.
Sebelumnya Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo menyiagakan personel untuk berjaga pada perlintasan sebidang selama 5 hari terhitung Rabu (28/6) hingga Minggu (2/7). Penjagaan perlintasan sebidang karena ada beberapa perlintasan sebidang yang belum dilengkapi dengan palang pintu. Dengan kondisi demikian potensi kecelakaan lalu lintas cukup tinggi. Sementara volume kendaraan saat libur mengalami peningkatan.
Dinas Perhubungan kemudian menyiagakan petugas khusus untuk memantau kereta api yang melintas. Oleh karena itu saat masuk waktu kereta melintas petugas sudah berada di lokasi. Untuk mengawasi dan memberikan peringatan kepada warga yang hendak melintas. (ar/fun)
Editor : Ronald Fernando