Aplikasi Augmented Reality (AR) yang dibuat Achmad Sholichuddin Muttaqin bisa menjadi alternatif untuk mengenalkan hewan dan binatang pada anak. Aplikasi bentuk binatang dengan gambar 3 dimensi itu bisa dilihat di layar ponsel.
ERRI KARTIKA, Bangil
MENGENALKAN gambar hewan atau binatang dari buku sepertinya sudah biasa. Termasuk membawa anak pergi ke kebun binatang untuk memperlihatkan bentuk binatang aslinya, juga sudah biasa.
Namun berbeda dengan Achmad Sholichuddin Muttaqin atau yang dikenal dengan Kikin, 22. Mahasiswa lulusan 2018 di STMIK Yadika Bangil ini mengembangkan aplikasi untuk pengenalan hewan melalui android dengan konsep 3 dimensi.
Saat koran ini datang ke kantor STIMIK Yadika, Kikin tampak mengutak-atik tabletnya. Di tabletnya sudah terpasang aplikasi dari Google Play yang dia buat sendiri. Namanya AR Animal Learning. Aplikasi ini sudah terdaftar di Google Play pada 8 Agustus 2018 lalu yang dibuat sendiri oleh Achmad Sholichuddin Muttaqin.
Pria yang akrab dipanggil Kikin itu mengatakan, sejak remaja memang sudah tertarik dengan dunia komputer dan animasi. Karena itu, setelah lulus dari MA Informatika Darul Ulum Candiwates, Prigen, warga Desa Jogosari, Kecamatan Pandaan ini memilih melanjutkan ke Teknik Informatika di STMIK Yadika Bangil.
Awalnya, saat semester ketiga dirinya lebih fokus ke dunia programing. “Baru saat semester 7 karena sering nongkrong juga sama teman-teman kuliah, baru kenalan dengan dunia game. Akhirnya, awal-awal tertarik buat game-game 2D dulu yaitu game flash,” jelasnya.
Bapak 1 anak ini mengatakan, setelah mencoba buat game sederhana 2D. Ternyata anaknya, Mesya Ainun yang saat itu berusia 2,5 tahun cukup tertarik dengan game buatannya. Sehingga, menjadi motivasi tersendiri bagi Kikin untuk lebih mengembangkan kemampuannya.
Termasuk dari kumpul-kumpul dan konsultasi dengan dosen, akhirnya untuk pembuatan tugas akhir atau skripsinya kemarin, Kikin mengembangkan aplikasi tentang hewan. Idenya justru dari anaknya agar lebih mudah mengenal hewan-hewan termasuk hewan buas yang sulit ditemukan di kebun binatang.
Kikin tak menampik bahwa saat ini anak kecil memang cukup banyak yang sudah mengenal gadget. Karena itu, dibutuhkan aplikasi yang justru menunjang pembelajaran tidak hanya sebagai media hiburan saja. Karena itu, Kikin mengembangkan AR Animal Learning agar anak bisa mengenal hewan-hewan dan bisa terlihat bentuk 3D-nya di lingkungan sekitar saat dilihat dari layar gadget.
Saat ini dalam aplikasi sendiri memang masih ada 4 hewan yaitu ayam, harimau, citah, dan kuda. Pilihan hewan tersebut adalah agar suara yang keluar dari hewan masih mudah dikenali oleh anak-anak. Kikin mengatakan, ke depan dipastikan akan menambah jumlah hewan yang ada agar lebih variatif.
Proses pembuatan sendiri, untuk interface menggunakan program game unity, sedangkan untuk pembuatan hewan menggunakan software blender. Dan proses pembuatannya dikatakan tidak cukup lama hanya butuh 1 bulan. Sedangkan proses pendaftaran aplikasi ke Playstore memang sempat ada kendala.
“Kendalanya justru di interface aplikasi-nya yang harus diubah agar tidak seperti aplikasi yang lain. Tapi, setelah diubah dari tampilan cover-nya, dalam waktu 12 jam sudah bisa di-approve di Google Play,” jelasnya.
Hasilnya, dikatakan cukup memuaskan. Terutama dari anaknya sendiri yang cukup senang bisa melihat hewan dalam bentuk 3D di depan matanya. Bahkan, untuk lebih interaktif, hewan yang muncul bisa di screenshot sehingga seolah-olah berfoto dengan kita.
Dikatakan aplikasinya memang masih perlu banyak penyempurnaan. Selain bakal menambahkan hewan, ke depan bakal ditambah kuis dan puzzle agar menambah nilai plus dari aplikasinya. (fun) Editor : Fandi Armanto