Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gebrakan Inovatif Antar Dua Desa di Kabupaten Pasuruan Ini Meraih Radar Bromo Awards 2025

Muhammad Fahmi • Rabu, 2 Juli 2025 | 20:36 WIB
Direktur Jawa Pos Radar Bromo HA Suyuti (tengah) berpose bareng Kades Jatiarjo dan Kades Galih. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)
Direktur Jawa Pos Radar Bromo HA Suyuti (tengah) berpose bareng Kades Jatiarjo dan Kades Galih. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

Ajang apresiasi untuk para penebar inspirasi: Radar Bromo Awards (RBA) 2025 sukses digelar Senin malam (30/6). Total ada 49 penghargaan dari 11 kategori diserahkan.

Dari 11 kategori itu, salah satu diantaranya yakni kategori pemerintah desa. Tercatat ada dua desa yang meraih RBA berkat sejumlah program inovatifnya.

Berikut peraih RBA 2025 untuk kategori pemerintah desa:

 

Kepala Desa Jatiarjo Moh Hudan Dardiri (kanan) saat menerima RBA 2025 dari Direktur Radar Bromo HA Suyuti. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)
Kepala Desa Jatiarjo Moh Hudan Dardiri (kanan) saat menerima RBA 2025 dari Direktur Radar Bromo HA Suyuti. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan

Program Desa Tolak Waralaba

Desa yang dikenal sebagai Kampung Kopi ini puny acara tersendiri untuk melindungi UMKM di wilayahnya. Mereka kompak tidak mengizinkan toko modern atau waralaba berdiri, sekecil apa pun bentuknya.

Alasannya sederhana: demi keberlangsungan ekonomi warga sendiri.

Kades Galih (kanan) saat menerima RBA 2025 dari Direktur Jawa Pos Radar Bromo HA Suyuti.
Kades Galih (kanan) saat menerima RBA 2025 dari Direktur Jawa Pos Radar Bromo HA Suyuti.

Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan

Program Pemanfaatan Lahan Aset Desa Seluas 11 Hektare Sebagai Pusat Pengembangan Hutan Lestari dan Upaya Peningkatan Keanekaragaman Hayati

Desa Galih di Kecamatan Pasrepan menyadari bahwa rusaknya hutan dan lahan merupakan salah satu penyebab hilangnya sumber mata air dan sulitnya akses air bersih di desanya.

Desa Galih pun bangkit dan aktif melakukan konservasi hutan dan lahan. Salah satunya, menggunakan tanah desa untuk pengembangan hutan lestari.

Editor : Muhammad Fahmi
#radar bromo awards