PASURUAN, Radar Bromo - Lomba Karya Tulis Wartawan (LKTW) Tahun 2024 memasuki babak baru.
Selasa (30/4) 25 karya milik jurnalis Pasuruan, mulai dinilai dewan juri. Untuk menentukan nomine, tiga dewan juri bahkan harus berdebat kecil.
Tiga dewan juri dalam LKTW yang digelar Dinas Kominfotik bersama Jawa Pos Radar Bromo tersebut, juga tidak main-main. Mereka adalah Dwi Budiono Fauzan yang merupakan Wakil Sekretaris PWI Jatim); Ismojo Herdono, Dosen Fikom Universitas Ciputra).
Serta Siti Rochana sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda).
Sebelum menilai karya, tiga dewan juri sudah mendapat soft copy karya dari peserta. Untuk menjaga independensi, karya peserta hanya menampilkan tulisan dan nomor urut.
Tanpa disertai nama penulis. Saat itulah dewan juri harus seksama menilai karya-karya yang sudah ditayangkan di berbagai media massa.
Karya milik wartawan juga harus sesuai tema yakni Potensi Wisata Heritage dan UMKM Olahan Bandeng.
Sebelum membuat karya tulisnya, puluhan wartawan yang tergabung dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan, sudah melakukan studi banding ke Kota Semarang.
Tema yang diusung dalam LKTW juga sesuai dengan branding yang sedang dikembangkan Pemkot Pasuruan.
Di awal penilaian, dewan juri juga terkesima dengan karya-karya milik peserta.
“Semuanya bagus, dan kami harus mencari terbaik dari yang terbaik,” beber Ismoyo Herdono.
Begitu juga dengan yang diungkapkan Dwi Budiono Fauzan. Katanya, memang ada beberapa kesalahan yang bisa ditolerir seperti typo pada tulisan. Tapi dia sepakat bahwa karya tulis peserta LKTM, bisa menjadi masukan bagi Pemkot Pasuruan yang kini sedang mengembangkan daerahnya.
Hal senada juga diungkapkan Siti Rochana. Wanita berhijab itu menyebut, hasil studi banding wartawan yang dikembangkan lewat tulisan, begitu berbobot.
“Setiap produk jurnalistiknya banyak diisi dengan orang-orang yang ahli di bidangnya. Masukan-masukan dari wartawan juga penuh akan ide,” beber Siti Rochana.
Saat penentuan nomine, barulah mulai ada debat-debat kecil dari dewan juri sebelum memberi poin.
“Karena mencari yang terbaik, bukan hanya sekedar materi di dalam tulisan. Tetapi juga struktur penulisan. Istilah-istilah asing yang dipakai di dalam tulisan harus dimengerti oleh orang awam sekalipun,” beber Dwi Budiono.
Kira-kira, hampir dua jam lamanya tiga dewan juri menilai karya yang masuk. Dewan juri akhirnya menentukan 10 nomine yang akan disaring lagi untuk menentukan enam pemenang.
Rencananya para pemanang akan diumumkan saat awarding. Karya tulis yang terpilih sebagai juaranya, tentunya sudah melewati proses panjang. (fun)
Editor : Abdul Wahid