TAHAPAN kunjung lapang Ajang Penganugrahan Sekolah Nyaman dan Asri (Pesona) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) 2024 Kabupaten Probolinggo masuk hari ketiga.
Rabu (24/4) sejumlah juri Pesona Dikdaya mengunjungi 3 lembaga sekolah. Yaitu SD Muhammadiyah Kreatif, SDN Patokan 1, dan SMPN 1 Kraksaan yang seluruhnya berada di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Salah seorang juri Pesona Dikdaya 2024, Sofiah Hastuti mengatakan bahwa kegiatan kunjung lapang berjalan lancar.
“Kami melakukan pengecekan sesuai instrumen dewan juri. Mulai dari program sekolah hingga lingkungan sekolah. Seperti kebersihan ruang kelas dan ruang guru,” katanya.
Sementara dewan juri Pesona Dikdaya 2024 lainnya, Sugeng mengatakan bahwa beberapa sekolah memiliki ide kreatif untuk mengurangi sampah.
Sehingga sampah anorganik tidak langsung dibuang, melainkan diolah kembali untuk menjadi produk yang lebih menarik.
“Ini merupakan upaya yang bagus untuk mengurangi produksi sampah dari sekolah. Plastik-plastik yang tidak digunakan, dapat diolah lagi menjadi hiasan dinding,” katanya.
Sejauh ini menurut Sugeng, program Pesona Dikdaya 2024 membawa dampak yang baik bagi sekolah maupun murid. Bahkan hingga wali murid.
“Jadi ada testimoni dari para orangtua bahwa anak-anaknya menjadi rajin di rumah. Mulai dari membantu mencuci piring hingga membersihkan tempat tidurnya sendiri. Di sekolah pun tampak para murid ini memberi salam tanpa dikomando pada pengunjung maupun bapak ibu gurunya,” jelas Sugeng.
Sugeng mengatakan bahwa sejumlah sekolah telah menunjukkan kesesuaiannya di lapangan dengan program-program yang telah dipaparkan sebelumnya. “Bahkan di SMPN 1 Kraksaan itu ada salah satu inovasi yang menarik dan visioner ke depan yaitu podcast. Ruang podcast telah dilengkapi peralatan canggih dengan siswa sebagai hostnya.
Ternyata mereka sudah mahir karena katanya terinspirasi oleh Mbak Nana alias Najwa Shihab,” kata Sugeng. (gus/fun)
Editor : Jawanto Arifin