MASING-masing finalis mendapat acungan jempol dari tim juri selama kunjungan lapang dalam ajang Inovasi, Kreasi Pembelajaran Bermakna Berkarakter (Ikrar).
Mayoritas menunjukkan progres yang luar biasa dalam penerapan inovasi dan kreasi pembelajarannya. Selain itu, masing-masing lembaga juga menunjukkan kesesuaian dengan data yang disampaikan pada tahapan sebelumnya.
Siti Husnul Chotimah, Pengawas SD yang merupakan salah satu juri dalam ajang gelaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Probolinggo bekerja sama Jawa Pos Radar Bromo itu mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan lapangan, semua lembaga pendidikan yang dikunjungi menampilkan pembelajaran yang bermakna dan berkarakter. Serta yang tak kalah penting, berdampak.
“Yang paling penting itu, guru bisa memberikan pembelajaran yang berbeda terhadap berbagai macam karakteristik anak. Mulai gaya belajar kinestetik, gaya belajar visual maupun gaya belajar audio visual. Ini yang dinamakan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran ini masuk dalam kurikulum merdeka,” katanya.
Menurutnya, dari hasil kunjungan selanjutnya, akan diakumulasi pada penilaian berdasarakn portofolio dan video yang dikirim peserta sebelumnya. Termasuk hasil dari presentasi masing-masing guru.
“Intinya, semuanya sudah menunjukkan progress yang hebat dalam pembelajaran bermakna dan berkarakter,” bebernya.
Rabu (24/4) dalam kunjungan lapang hari ketiga, ada 3 lembaga untuk jenjang PAUD dan TK yang dikunjungi. Yakni, KB Uswatun Hasanah Pajarakan, TK Nira Indira Gending dan TK ‘Aisyiyah Bustanul Atfal 2 Pendil, Banyuanyar.
Serta, SMPN 1 Kraksaan, SDN Karangbong, Pajarakan dan SDN Banjarsari III, Sumberasih untuk jenjang SD dan SMP. (uno/fun)
Editor : Jawanto Arifin