MASA pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi sejumlah sekolah dalam proses belajar mengajar. Pihak sekolah dituntut lebih kreatif. SDIT Alam Permata, Kecamatan Leces, memilih mengajak siswanya menjadi peneliti.
Pandemi Covid-19 sempat membuat proses belajar mengajar di sekolah “mandek.” Sejumlah sekolah harus menerapkan pembelajaran secara online. Para siswa pun terbiasa memegang handphone.
Dengan tidak adanya kegiatan, buat mereka hanya disibukkan dengan handphone. SDIT Alam Permata tak hanya menyampaikan materi pelajaran secara daring. Tetapi, juga berusaha mengarahkan peserta didiknya melakukan kegiatan bermanfaat.
Maka, digulirkanlah setiap anak harus membuat proyek penelitian versi anak sekolah dasar (SD). Mulai dari pembuatan judul, tahap observasi, komitmen untuk penyelesaian langkah-langkah penelitian dilakukan oleh anak. Namun, tetap dalam pendampingan orang tua atau guru.
Ternyata, dari awal pemilihan judul dengan proses coaching, mereka sudah berani menyampaikan kenapa mereka mengambil judul yang diajukan. Inovasi ini pun diikutkan dalam Lomba Kesit gelaran Disdikdaya Kabupaten Probolinggo.
“Karya portofolio best practice dan video Kesit yang kami ikutkan adalah yang selama ini sudah kami lakukan. Yakni, Mengenal Potensi Diri Siswa dalam Proyek Penelitian Siswa dan Magang,” ujar Kepala SDIT Alam Permata Yanti Afri Handayani, M.Pd.
Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat. Salah satunya dapat menggugah rasa keingintahuan anak lebih dalam. Dengan kesibukan ini, mereka tidak terpikirkan untuk melakukan kegiatan negatif, seperti bullying dan lainnya.
“Akhirnya, digulirkan Program Young Research ini sebagai syarat kelulusan,” ujarnya.
Meski setiap anak tidak semua kelak menjadi ilmuwan, kata Yanti, tapi paling tidak, mereka bisa memiliki sikap kritis dan berpikir ilmiah secara sederhana. Sehingga, ketika potensi dirinya tersalurkan, maka akan tumbuh rasa percaya diri dan mandiri.
“Selain itu, juga meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi,” ujar perempuan kelahiran 1972 ini. (ar/rud)
Editor : Jawanto Arifin