PENTING untuk saat ini mendidik seseorang tentang antikorupsi. Supaya tindak pidana khusus ini bisa dicegah. Poin penting inilah yang diajarkan Eka Srikismiati terhadap anak didiknya di PAUD KB Mutiara Hati di Desa Wangkal, Gading.
Dia ingin sikap kejujuran anak-anak sudah ada dan terjaga sejak usia dini. Supaya saat besar nanti, anak-anak selalu berada di jalur yang positif.
Saat lomba Kesit digelar, dia pun bersemangat untuk ikut. Meski ini adalah lomba pertama kali yang diikutinya. Setidaknya dia bisa berbagi pengalaman.
Lalu apa inovasi yang menjadi temanya di lomba ini. “Pada Lembaga kami yang di ajarkan pada anak didik yaitu tentang kotak kejujuran dan melalui audio visual tentang antikorupsi dan kejujuran,” beber Eka.
Sebagai tenaga pendidik, Eka mengaku, wajib bagi dia maupun guru-guru untuk mengajarkan budaya jujur kepada anak-anak. Apalagi dengan banyaknya tindak pidana korupsi yang terjadi di bangsa ini. Dengan kotak kejujuran dan menuangkannya dalam video, dia yakin anak-anak didiknya bisa menjauhi perbuatan yang melawan hukum tersebut.
Memang, di sekolahnya yakni KB Mutiara Hati, siswa– siswi masih kekurangan. Bahkan anak didik yang ada di sekolah tersebut ialah dari kalangan menengah ke bawah.
“Sehingga untuk berpengetahuan tentang antikorupsi dan kejujuran sangatlah kurang bisa dikatakan belum mengerti,” kata wanita yang mengajar di KB Mutiara Hati Desa Wangkal sejak tahun 2019 tersebut.
Kendala di awal mengimplementasikan ke anak didik, kata Eka, sangatlah berat.
“Ketika kami menyediakan kotak kejujuran tersebut, masih banyak anak didik yang belum memahami apa itu kotak kejujuran. Tetapi setelah dipraktikkan berualang-ulang, anak didik bisa mengerti dan memahami,” terang guru kelahiran Probolinggo, 16 Mei 1975 itu. (fun)
Editor : Jawanto Arifin